Survei: Orang Jepang Tak Suka Libur Panjang

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 3 Mei 2019 12:44
Survei: Orang Jepang Tak Suka Libur Panjang
Mengapa?

Dream – Selain disiplin tinggi, Jepang juga terkenal memiliki jam kerja yang panjang. Karyawannya juga sering lembur.

Budaya kerja ini mendorong karyawannya merasa stres dan depresi. Malah, ada yang berujung bunuh diri atau meninggal dunia akibat kelelahan.

Beragam solusi pun dibuat. Misalnya, jam masuk kerja diperlonggar. Atau, diberikan libur yang panjang. Menariknya, masyarakat di sana justru pusing tujuh keliling jika libur terlalu lama.

Dikutip dari World of Buzz, Jumat 3 Mei 2019, pemerintah Jepang memberikan libur 10 hari selama Minggu Emas. Prosesi penyerahan kekuasaaan dari Kaisar Akihito kepada Putra Mahkota Pangeran Naruhito, turut memperpanjang hari libur orang-orang Jepang.

1 dari 1 halaman

Masyarakat Jepang Tak Senang Libur Panjang?

Survei yang dilakukan oleh Asahi Shinbun, diberitakan MSN, menyebutkan 45 persen orang Jepang merasa tidak senang dengan libur panjang.

Laporan itu menyebut masyarakat cemas dengan pelayanan publik dan layanan medis. Mereka juga khawatir dengan biaya perawatan anak ketika hari libur.

Namun, ada 35 persen orang Jepang yang merasa senang dengan libur panjang.

Beri Komentar