Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mehmet Gormez, Kepala Direktorat Urusan Agama Turki
Dream - Pemimpin ulama Turki mendapat kritik pedas pada hari Sabtu pekan kemarin. Dia kedapatan membeli mobil dinas Mercedes mewah menggunakan uang rakyat. Pemborosan pemerintah terbaru ini menyebabkan kemarahan publik.
Mehmet Gormez, kepala Direktorat Urusan Agama Turki (Diyanet), akan segera menggunakan Mercedes S500 senilai US$435 ribu sebagai mobil dinasnya, demikian laporan surat kabar Hurriyet.
Selama ini anggaran Diyanet diambil dari pajak yang dibayar warga Turki. Lembaga itu baru-baru ini juga membeli 14 mobil mewah merek Toyota untuk kendaraan dinas pejabat seniornya. Sebelumnya, mereka mengendarai mobil yang lebih murah merek Renault Symbol.
Pembelian mobil-mobil tersebut telah menyebabkan protes online. Banyak yang berpendapat bahwa pembelian mobil mewah adalah pemborosan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.
Turki adalah negara sekuler yang dijalankan pemerintah berideologi Islam selama satu dekade terakhir.
" Bukankah haram dan dilarang Islam seorang ulama besar membeli mobil mewah dengan menggunakan uang umat?" tulis Hakan Sukur, mantan pemain sepakbola internasional yang kini menjadi wakil rakyat di Parlemen Turki, di Twitter.
" Tak seorang pun tahu siapa lebih penting, yang punya uang atau yang punya iman kepada Allah," tambah pengacara oposisi Erdal Aksunger, yang menyebut pepatah kuno Turki.
Sementara itu anggota parlemen lainnya mendesak agar Gormez segera mundur dari posisinya.
Diyanet tidak menyangkal laporan tapi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mobil-mobil tersebut dibeli melalui mekanisme tender dan harganya tidak semahal yang diberitakan.
" Semua kendaraan ini telah dibeli dengan persetujuan menteri keuangan. Semua biaya tercatat secara transparan," kata dia.
Gormez berada di antara tokoh Turki yang menyambut kunjungan Paus Fransiskus bulan lalu. Menghindari kemewahan, Paus memilih mengendarai sebuah Renault Symbol selama kunjungannya.
Rencana Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk membangun istana presiden baru menuai kontroversi dan memunculkan perdebatan panjang. Istana dengan 1500 kamar yang dibangun di Ankara itu diperkirakan menelan dana lebih dari US$600 juta. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya