Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mohammed Islam (http://nymag.com/)
Dream - Mohammed Islam ketiban durian runtuh. Pemuda asal Queens, Amerika Serikat, ini mendapatkan uang US$ 72 juta atau sekitar Rp 917,9 miliar hanya dalam sekejap.
Dikutip Dream dari New York Magazine, Senin 15 Desember 2014, pemuda berusia 17 tahun ini mendapat keuntungan dari perdagangan saham di Wall Street. Dia meraup untuk besar itu saat makan siang di sekolahnya, Stuyvesant High School.
Pemuda berjuluk " Srigala Remaja dari Wall Street" ini langsung membeli mobil BMW, namun tidak bisa mengendarainya karena tak memiliki surat izin mengemudi. Dia juga menyewa apartemen di Manhattan. Meskipun orangtuanya, yang merpakan imigran dari wilayah Bengal, Asia Selatan, tidak akan mengizinkannya keluar dari rumah.
Remaja yang akan lulus SMA bulan depan itu masih punya mimpi besar. " Apa yang membuat dunia berputar?" kata Islam dalam sebuah wawancara.
" Uang. Jika uang tidak mengalir, jika bisnis tidak berjalan, tidak ada inovasi, tidak ada produk, tidak ada investasi, tidak ada pertumbuhan, dan tidak ada pekerjaan," tambah dia.
Islam dan sepasang pemuda Wall Street lainnya, secara teratur nongkrong di Morimoto sambil menikmati jus apel segar diperas. Tiga sekawan ini berniat meraup semiliar dolar tahun depan. Meraup untuk sambil berkuliah.
" Tapi itu bukan hanya tentang uang," tutur Islam.
" Kami ingin membangun persaudaraan. Seperti, kita semua yang terhubung, yang bersama-sama, yang memiliki pengaruh. Seperti Koch bersaudara," tambah Islam menjelaskan mimpinya.
Islam mulai belajar bermain saham sejak usia 9 tahun. Inspirasi terbesar Islam adalah Paul Tudor Jones, seorang miliarder, manajer aset pribadi dari Connecticut, yang nangkring di peringkat 108 orang terkaya di Amerika Serikat versi Forbes.
Yang ditemukan Islam dalam diri Jones adalah keuletan. Dia masih teringat saat merugi akibat bisnis ini. Dia hampir saja putus asa. Namun Islam kembali bertarung di Wall Street seperti yang dilakukan Jones.
" Saya hampir dilumpuhkan oleh kekalahan saya," tutur Islam mengingat kegagalannya, saat berusia 9 tahun. " Namun (Jones) bisa kembali, meski baru saja kehilangan ribuan dolar lebih," tambah dia.
Islam masih muda. Dia masih perlu banyak belajar untuk menggapai sukses di masa depan. " Siapa saya hari ini. Paul Tudor Jones mengatakan: Anda belajar lebih banyak dari kekalahan Anda daripada dari keuntungan Anda." (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya