Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wawan Wahyuni (Merdeka.com)
Dream - Wawan Wahyuni menjadi salah satu warga yang selamat dari terjangan longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah. Pemuda ini tertimbun longsoran selama 9 jam dan berhasil keluar dengan selamat.
Wawan yang saat kejadian tengah berada di rumah sang kakek pun masih ingat betul, detik-detik longsor yang menerjang dusun itu. Ketika sore menjelang maghrib, ia mengaku mendengar suara letusan gunung sebanyak tiga kali.
" Saya sempat melihat ke arah bukit, ada semacam asap yang keluar, kemudian api," kata Wawan sebagaimana dikutip dari Merdeka.com, Selasa 16 Desember 2014.
Saat itu, dia melihat banyak warga berhamburan dan melarikan diri. Di saat panik itulah, Wawan yang cacat pada bagian kaki kiri itu turut berlari bersama warga lainnya untuk menyelamatkan diri. Namun dia melihat kakek dan neneknya kesulitan menghindari lumpur yang sudah turun.
Tak tega melihat kakek dan neneknya terjebak, pria yang menggunakan kaki kiri palsu ini, memilih kembali dan menolong kedua orang yang disayanginya itu. Namun tak disangka, longsoran kembali datang dan membuat kakek serta neneknya hilang ditelan lumpur.
Wawan yang berusaha menolong pun ikut terperangkap dalam lumpur. Saat itu, lumpur nyaris membekap seluruh tubuhnya, kecuali di bagian leher. Karena tanah yang menimbun masih lembek, Wawan berusaha mengeluarkan kedua tangannya yang sempat ikut tertimbun.
Saat itu, ia melihat sebatang pohon ketela yang tidak jauh dari dirinya. Harapan untuk selamat semakin besar, sedikit demi sedikit Wawan berusaha mengorek lumpur yang telah menutupi tubuhnya. Dia berusaha untuk terus bernapas dan berteriak minta tolong sambil menunggu bantuan datang.
" Saya berteriak minta tolong sejak pukul 18.00 WIB sampai bantuan datang untuk menolong sekitar pukul 24.00 WIB," ucap dia.
Setelah hampir 9 jam, akhirnya Wawan melihat sorot lampu senter warga dan relawan. Ketika itu, harus menunggu tim relawan yang melintasi beratnya medan lantaran lumpur yang menutupi seluruh areal permukiman.
" Saat itu relawan hanya bermodal papan yang diestafetkan untuk menjangkau saya. Saya juga diminta untuk tidak banyak bergerak agar tidak lemas, kalau ada apa-apa saya hanya disuruh teriak," kenang Wawan.
Sekitar pukul 02.00 WIB, Wawan berhasil dievakuasi oleh enam relawan yang membawanya ke tempat aman. Dingin dan gelap yang dirasanya saat itu pun tak bisa dihindari. Segera setelah itu, Wawan dibawa ke Puskesmas Karangkobar untuk mendapat perawatan insentif.
" Saya sangat senang bisa selamat, tetapi empat saudara saya, yakni kakek, nenek, paman, dan keponakan tidak bisa diselamatkan," tutur dia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya