Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tessa Kum (revistanautilus.ro)
Dream - Dukungan untuk kaum Muslim Australia yang khawatir mendapat perlakuan rasisme akibat penyanderaan di Kafe Lindt, Sydney, membahana ke penjuru dunia. Dukungan itu disebarkan melalui jejaring sosial Twitter degan tagar #illridewithyou.
Tagar yang dibuat sejak Senin malam itu menjadi trending topic dunia di Twitter. Pengguna media sosial dari berbagai negara memasang tagar itu untuk memberi dukungan kepada kaum Muslim Australia. Agar tidak khawatir beraktivitas di Negeri Kanguru itu.
Tagar itu dibuat oleh pemilik akun Twitter @sirtessa. Pemilik akun itu, Tessa Kum, memberi dukungan kepada kaum Muslim setelah membaca postingan di Twitter tentang seorang perempuan yang baik hati. Perempuan itu melarang seorang Muslimah yang ingin melepas jilbab karena takut mendapat perlakuan rasis setelah insiden penyanderaan yang dilakukan Haron Monis.
Siapa sebenarnya Tessa Kum? Dia merupakan keturunan Australia-China. Perempuan kelahiran 1981 ini merupakan penulis yang dibesarkan di Melbourne. Perempuan ini memiliki bakat menulis sejak kecil, namun dia lebih senang menyebut dirinya sebagai penulis paruh waktu.
Sejumlah novel dan tulisan fiksi lainnya telah dia telurkan. Sejumlah karya yang telah dipublikasikan adalah antologi, seperti Machinations (2002), Elsewhere (2003), Daikaiju 3 (2007), Last Drink Bird Head (2009), Halo: Evolutions (2009, yang digarap dengan Jeff Vandermeer), dan The Year's Best Australian Fantasy and Horror (2010).
Pada 2006, Kum bekerja sebagai petugas entri data, sambil menulis pada waktu luangnya. Dia mulai menawarkan jasanya sebagai editor lepas dan penilai naskah di tahun 2008, dan terus bekerja di bidang ini sejak saat itu.
Kum menjadi editor untuk Weird Tales sejak 2008 hingga 2011. Dia juga pernah menjadi asisten editor untuk seri the Best American Fantasy.
Setelah tinggal sebentar di Glasgow pada tahun 2012, Kum kembali tinggal di Melbourne pada awal 2013. Salah satu kesibukannya kini adalah menjadi asisten editor Time Traveller's Almanac (2014).
Berkat tagar #illridewithyou, aksi solidaritas di Australia kembali menguat. Kaum Muslim di Negeri Kanguru itu merasa lebih aman dan setidaknya rasa khawatir mendapat perlakuan rasisme sedikit berkurang. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya