6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Lassana Bathily, Pria Muslim Yang Menyelamatkan 6 Orang Yahudi Di Insiden Penyanderaan Paris (Dailymail.co.uk)
Dream - Pemuda muslim yang menjadi pahlawan dalam aksi terorisme di supermarket Paris, Lassana Bathily, mendapatkan hadiah besar. Pemerintah Perancis meluluskan permohonan kewarganegaraan pria kelahiran Mali itu.
Dalam penyerahan formulir kewarganegaraan ini Menteri Dalam Negeri Perancis, Bernard Cazeneuve, memuji keberanian dan kepahlawan Lassana Bathily dalam insiden tersebut.
Cazeneuve menilai aksi kemanusian Bathily telah menjadi simbol dari Islam sebagai agama yang penuh kedamaian dan toleransi.
" Malam ini saya sangat bangga dan terharu," isak Bathily menitikan air mata saat memberikan sambutan dalam seremoni tersebut.
Dengan rendah hati, Bathily menegaskan sama sekali tak menganggap dirinya sebagai pahlawan. " Nama saya Lassana, saya akan tetap menjadi diri saya sendiri," ujarnya seperti dikutip laman Huffingtonpost.com, Rabu 21 Januari 2015.
Menurut Bathily, baginya setiap manusia adalah sejajar tak peduli warna kulitnya. " Perancis adalah kota yang menjunjung HAM," tegasnya.
Seperti diketahui, Bathily tengah berada di dalam gudang supermarket ketika penyandera Amedy Coulibaly melancarkan aksinya yang menewaskan empat orang.
Secara sigap, Bathily mematikan ruang pendingin di gudang supermarket dan menyembunyikan sekelompok orang sebelum menyelinap ke lubang udara untuk menemui polisi.
Berkat informasinya, polisi bisa membebaskan 15 orang dan membunuh pelaku penyanderaan.
Bathily diketahui telah tinggal di Perancis sejak 2006. Tahun lalu, dia mengajukan permohonan kewarganegaraan ke pemerintah Perancis. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
