Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Perpustakaan (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Pengaruh hoaks ternyata tidak hanya ada pada penyebaran informasi yang bersifat umum. Hoaks ternyata juga menjadi materi dalam kajian keislaman, terutama dalam ilmu hadis.
Ketua Yayasan Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, M Wafiyul Ahdi, menyatakan dalam khazanah ilmu hadis, hoaks bisa menjatuhkan kredibilitas penyebarnya. Apalagi, hadis merupakan informasi keagamaan yang diturunkan berkali-kali dari Rasulullah maupun para sahabat hingga generasi kekinian.
"Ilmu hadis itu kan salah satunya membahas transmisi berita atau informasi dari satu orang ke orang lain dan seterusnya sampai dikatakan berita itu valid," ujar pria yang akrab disapa Gus Wafi ini, dikutip dari NU Online, Jumat 16 Maret 2018.
Menurut Gus Wafi, validitas sebuah hadis ditentukan oleh kualitas sekaligus kredibilitas penyebarnya. Hal ini sama dengan proses penyebaran berita atau informasi.
"Misalnya dari A ke B, ke C, dan seterusnya. Nah, sekarang orang-orang itu bagaimana karakter dan kepribadiannya, apakah memang sudah sesuai syarat pada ilmu hadis atau tidak?" kata Gus Wafi.
Sementara terkait masifnya persebaran berita hoaks, Gus Wafi menyatakan para penyebarnya secara tidak sadar telah menjatuhkan kredibilitasnya di mata publik.
"Berarti kalau dia sering menyebabkan berita-berita bohong atau negatif, dia sudah menjatuhkan kredibilitasnya," ucap Gus Wafi.
Sebagai catatan, dalam ilmu hadis dikenal penderajatan hadis menjadi shahih, hasan, dhaif hingga maudlu'. Kaidah ini ditetapkan berdasarkan beberapa aspek, salah satunya adalah sikap dan watak dari perawi.
Jika ditemukan ada kecacatan dalam pribadi seorang perawi, hadis yang disampaikan dapat dianggap dhaif bahkan sampai maudlu. Misalnya, jika perawi tidak terlalu yakin dengan ingatannya akan suatu hadis, apalagi jika terbukti berbohong.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

JKT48 dan Bernadya Tampil di AXIS Nation Cup 2026, Bikin Grand Final Makin Meriah!

Kadar Oksigen di Laut, Sungai, dan Danau Terus Menurun, Ilmuwan Peringatkan Ancaman bagi Kehidupan

Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?