Hoaks dalam Tinjauan Ilmu Hadis

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 16 Maret 2018 13:00
Hoaks dalam Tinjauan Ilmu Hadis
Informasi hoaks serupa dengan hadis dhaif ataupun maudlu'.

Dream - Pengaruh hoaks ternyata tidak hanya ada pada penyebaran informasi yang bersifat umum. Hoaks ternyata juga menjadi materi dalam kajian keislaman, terutama dalam ilmu hadis.

Ketua Yayasan Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, M Wafiyul Ahdi, menyatakan dalam khazanah ilmu hadis, hoaks bisa menjatuhkan kredibilitas penyebarnya. Apalagi, hadis merupakan informasi keagamaan yang diturunkan berkali-kali dari Rasulullah maupun para sahabat hingga generasi kekinian.

" Ilmu hadis itu kan salah satunya membahas transmisi berita atau informasi dari satu orang ke orang lain dan seterusnya sampai dikatakan berita itu valid," ujar pria yang akrab disapa Gus Wafi ini, dikutip dari NU Online, Jumat 16 Maret 2018.

Menurut Gus Wafi, validitas sebuah hadis ditentukan oleh kualitas sekaligus kredibilitas penyebarnya. Hal ini sama dengan proses penyebaran berita atau informasi.

" Misalnya dari A ke B, ke C, dan seterusnya. Nah, sekarang orang-orang itu bagaimana karakter dan kepribadiannya, apakah memang sudah sesuai syarat pada ilmu hadis atau tidak?" kata Gus Wafi.

Sementara terkait masifnya persebaran berita hoaks, Gus Wafi menyatakan para penyebarnya secara tidak sadar telah menjatuhkan kredibilitasnya di mata publik.

" Berarti kalau dia sering menyebabkan berita-berita bohong atau negatif, dia sudah menjatuhkan kredibilitasnya," ucap Gus Wafi.

Sebagai catatan, dalam ilmu hadis dikenal penderajatan hadis menjadi shahih, hasan, dhaif hingga maudlu'. Kaidah ini ditetapkan berdasarkan beberapa aspek, salah satunya adalah sikap dan watak dari perawi.

Jika ditemukan ada kecacatan dalam pribadi seorang perawi, hadis yang disampaikan dapat dianggap dhaif bahkan sampai maudlu. Misalnya, jika perawi tidak terlalu yakin dengan ingatannya akan suatu hadis, apalagi jika terbukti berbohong.

Beri Komentar
Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi