Perpustakaan (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Pengaruh hoaks ternyata tidak hanya ada pada penyebaran informasi yang bersifat umum. Hoaks ternyata juga menjadi materi dalam kajian keislaman, terutama dalam ilmu hadis.
Ketua Yayasan Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, M Wafiyul Ahdi, menyatakan dalam khazanah ilmu hadis, hoaks bisa menjatuhkan kredibilitas penyebarnya. Apalagi, hadis merupakan informasi keagamaan yang diturunkan berkali-kali dari Rasulullah maupun para sahabat hingga generasi kekinian.
" Ilmu hadis itu kan salah satunya membahas transmisi berita atau informasi dari satu orang ke orang lain dan seterusnya sampai dikatakan berita itu valid," ujar pria yang akrab disapa Gus Wafi ini, dikutip dari NU Online, Jumat 16 Maret 2018.
Menurut Gus Wafi, validitas sebuah hadis ditentukan oleh kualitas sekaligus kredibilitas penyebarnya. Hal ini sama dengan proses penyebaran berita atau informasi.
" Misalnya dari A ke B, ke C, dan seterusnya. Nah, sekarang orang-orang itu bagaimana karakter dan kepribadiannya, apakah memang sudah sesuai syarat pada ilmu hadis atau tidak?" kata Gus Wafi.
Sementara terkait masifnya persebaran berita hoaks, Gus Wafi menyatakan para penyebarnya secara tidak sadar telah menjatuhkan kredibilitasnya di mata publik.
" Berarti kalau dia sering menyebabkan berita-berita bohong atau negatif, dia sudah menjatuhkan kredibilitasnya," ucap Gus Wafi.
Sebagai catatan, dalam ilmu hadis dikenal penderajatan hadis menjadi shahih, hasan, dhaif hingga maudlu'. Kaidah ini ditetapkan berdasarkan beberapa aspek, salah satunya adalah sikap dan watak dari perawi.
Jika ditemukan ada kecacatan dalam pribadi seorang perawi, hadis yang disampaikan dapat dianggap dhaif bahkan sampai maudlu. Misalnya, jika perawi tidak terlalu yakin dengan ingatannya akan suatu hadis, apalagi jika terbukti berbohong.
Advertisement
AI Kini Jadi Penasihat Kecantikan Baru, Ungkap Studi Maverick Indonesia

Thrifting Favorit Gen Z, Tonjolkan Personal Style dan Ekonomi Sirkular

Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi Untuk Perempuan Indonesia

Sehari dalam Kehidupan Purbaya

XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet


8 Cara Membantu Anak Mengembangkan Kecerdasan Intelektual dan Emosional

Cara Mudah Membedakan Buah dan Sayuran Berdasarkan Ilmu Botani

Jejak Purbaya Setahun Jadi Menkeu: 'To the Moon', 'Masih Bisa Senyum', Akhirnya 'Sudah Mati'

8 Cara Sederhana Tetap Aktif Bergerak meski Seharian Bekerja di Kantor

Kisah Elisabeth dan 5 Anaknya Tinggal di Huntara Usai Gempa NTT, Menanti Rumah Baru

Skaer Clinic Resmi Buka Cabang di Tebet, Hadirkan Layanan Estetik hingga Bedah Minor

Mengapa Permen Bebas Gula Bikin Sering Kentut dan Buang Air Besar? Ini Penjelasannya