Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Kita sering mendengar julukan atau sebutan 'sahabat Rasulullah'. Mendengar julukan itu disebut, mungkin pikiran kita langsung tertuju kepada beberapa nama seperti Abu Bakar As Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Aisyah, Abu Hurairah, ataupun Bilal bin Rabah.
Mereka memang dikenal sangat dekat dengan Rasulullah Muhammad SAW. Wajar saja jika kita memahami mereka adalah sahabat Rasulullah karena persoalan hubungan kedekatan.
Tetapi, apakah benar julukan itu disematkan pada mereka yang memang sangat dekat dengan Rasulullah? Bagaimana dengan orang yang hidup sezaman dengan Rasulullah, yang mungkin hubungannya seperti teman biasa?
Dikutip dari laman NU Online, sahabat merupakan salah satu jalur utama dalam periwayatan hadis. Ini karena mereka mendengar dan mengetahui langsung perkataan maupun perilaku Rasulullah semasa hidup.
Sementara siapa yang dimaksud sahabat Rasulullah, menarik kiranya kita mengkaji penjelasan Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab Al Ishabah fi Tamyizis Shahabah. Ibnu Hajar menerangkan makna sahabat Rasulullah sebagai,
"Orang-orang yang berjumpa dengan Nabi dalam keadaan beragama Islam dan meninggal juga dalam keadaan Islam."
Dalam jalur periwayatan hadis, nama sahabat berada tepat di bawah Rasulullah. Mereka adalah orang mendengar dan melihat bagaimana pribadi Rasulullah, sekaligus melakukan suatu perbuatan di hadapan Rasulullah.
Apa yang mereka sampaikan terkait ucapan dan perbuatan Rasulullah menjadi dasar hukum syariat. Tidak hanya itu, pembolehan maupun larangan Rasulullah atas perbuatan mereka juga menjadi sumber hukum.
Memang, sahabat Nabi yang populer hanyalah beberapa lantaran ada kisah mengenai mereka. Contohnya seperti sepuluh orang yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah sendiri.
Merujuk pada penjelasan Ibnu Hajar, maka jumlah sahabat Rasulullah sebenarnya sangat banyak, bahkan tidak kurang dari 100 ribu orang. Ini mengingat aktivitas Rasulullah yang kerap beperjalanan sehingga memungkinkan adanya interaksi dengan orang-orang dari berbagai daerah.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
