Foto: Euro News
Dream - Indeks kualitas udara nasional di Spanyol berada di peringkat terburuk di ibu kota Madrid dan sebagian wilayah lainnya. Hal itu dan juga fenomena langit oranye disebabkan oleh debu dari Gurun Sahara.
Banyak warga Spanyol menemukan lapisan debu berwarna kemerahan menutupi teras, jalan, dan mobil mereka. Langit ibu kota dan kota-kota lain menjadi berwarna oranye dan jarak pandang jadi terbatas.
Dikutip dari Euro News, Sabtu 19 Maret 2022, debu Sahara ini mencapai wilayah Spanyol dan negara Eropa lainnya setiap tahun, ketika angin panas membawanya. Bahkan pada tahun 2020, debu dari Sahara menjangkau wilayah Amerika Utara dan Selatan.
Pada saat itu, debu Sahara yang terbawa diperkirakan mencapai 24 ton dan astronaut di International Space Station sampai bisa memotretnya dari luar angkasa.
Lembaga riset Climatology Laboratory at the University of Alicante menyebut bahwa saat ini, kualitas udara di Spanyol lebih buruk dari India dan China, negara yang terkenal karena polusinya.
Tapi sisi lain, di samping langit oranye dan polusi, debu masif dari Sahara itu juga mengandung manfaat. Misalnya, ia membawa mineral yang berguna bagi tanaman serta kehidupan di lautan.
Massa udara panas dari Afrika ini juga akan memicu turunnya hujan, di mana Spanyol belakangan ini dilanda kekeringan cukup parah.
Dalam tiga bulan terakhir tahun 2021, Spanyol mencatat hanya 35 persen hujan dari biasanya dan bahkan tidak ada hujan lagi setelahnya.
Advertisement
Seluruh Sektor Kompak Menguat, IHSG Tancap Gas di Penutupan Sesi I

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan

Sosok 2 Orang Terkaya Indonesia yang Masuk Wantimpres Presiden Prabowo


5 Cara Membantu Tubuh Mengeluarkan Mikroplastik, Bisa Dimulai dari Konsumsi Makanan Bergizi

Alkimia: Ilmu Kuno yang Dipelajari Berabad-Abad, Adakah Hubungannya dengan Kimia Modern?

Teh Panas atau Es, Mana yang Lebih Banyak Mengandung Antioksidan?

Benarkah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan? Studi Ungkap Jawabannya Tak Sesederhana Itu


Bahlil Lahadalia: Dulu Sopir Angkot, Kini Setir Dua Pos Menteri
