JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Posisi Jari Telunjuk Ketika Duduk Tasyahud (muslim.or.id)
Dream - Saat sholat terdapat amalan berupa menggerakkan jari telunjuk tangan kanan. Gerakan ini dikerjakan ketika duduk tasyahud atau tahiyat baik maupun akhir.
Tetapi, sering kita jumpai di masyarakat cara menggerakkan jari yang berbeda-beda. Ada yang menggerakkan jari ketika membaca syahadat, ada yang dari awal duduk.
Lantas, mana yang paling sunah?
Dikutip dari laman rumah fiqih Indonesia, ternyata masalah ini sudah ada sejak dulu dan tergolong persoalan khilafiyah klasik. Ini lantaran para ulama berbeda pandangan sejak ribuan tahun lalu, hingga sekarang.
Ulama sepakat menggerakkan jari adalah amalan sunah. Namun demikian, mereka berbeda pemahaman dalam memaknai hadis terkait menggerakkan jari telunjuk ketika duduk tasyahud.
Dasar amalan ini adalah hadis riwayat Ahmad, An Nasai, Abu Dawud, dari Wail bin Hujr.
Dari Wail bin Hujr berkata tentang sifat sholat Rasulullah SAW, 'Kemudian beliau mengenggam dua jarinya dan membentuk lingkaran, kemudian mengangkat tangannya. Aku melihat beliau menggerakkan jarinya itu dan berdoa'.
Juga hadis riwayat Muslim, dari Abdullah bin Umar RA.
Rasulullah SAW bila duduk dalam sholat meletakkan kedua tangannya pada lututnya, mengangkat jari kanannya (telunjuk) dan berdoa.
Sedangkan pemaknaan kata 'menggerakkan' pada ulama melahirkan beberapa pendapat. Pendapat pertama, cukup sekali menggerakkan jari yaitu ketika membaca kata 'illallah', lalu telunjuk diam dalam posisi menjulur hingga salam. Pendapat ini dipegang oleh sebagian besar ulama mazhab Syafi'i.
Pendapat kedua, menjulurkan telunjuk ketika membaca lafal 'Laa ilaaha', lalu kembali dilipat ketika membaca 'illallah'. Pendapat ini dipegang oleh ulama mazhab Hanafi.
(ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
