Ada yang Diharamkan! Ini Pandangan Ulama Soal Sambung Rambut

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 25 Desember 2017 18:02
Ada yang Diharamkan! Ini Pandangan Ulama Soal Sambung Rambut
Menyambung rambut kini banyak ditawarkan sejumlah salon kecantikan.

Dream - Metode mempercantik diri kini semakin beragam seiring berkembangnya teknologi. Bahkan, cara-cara yang dulu dianggap mustahil dijalankan sekarang sudah banyak dipraktikkan.

Salah satunya adalah teknik menyambung rambut. Teknik ini biasa digunakan agar bisa punya rambut panjang tanpa harus menunggu tumbuh lebih dulu.

Bagaimana para ulama memandang teknik ini?

Dikutip dari laman rumah fiqih Indonesia, ternyata jumhur ulama menyatakan haram dilakukan jika menggunakan rambut manusia untuk sambungan. Pendapat ini didasarkan pada hadis riwayat Bukhari, dari Abu Hurairah.

" Nabi SAW bersabda, 'Allah melaknat perempuan yang menyambung rambutnya dan perempuan yang meminta agar rambutnya disambung'."

Juga hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

" Dari Humaid bin Abdurrahman, dia mendengar Muawiyah bin Abi Sufyan saat musim haji di atas mimbar lalu mengambil sepotong rambut yang sebelumnya ada di tangan pengawalnya lantas berkata, " Wahai penduduk Madinah di manakah ulama kalian. Aku mendengar Nabi SAW bersabda melarang benda semisal ini dan beliau bersabda, ‘Bani Israil binasa hanyalah ketika perempuan-perempuan mereka memakai ini (yaitu menyambung rambut)'."

Tetapi, ulama berbeda pendapat terkait penggunaan rambut palsu sebagai sambungan. Rambut palsu yang dimaksud terbuat dari bulu hewan atau plastik.

Mazhab Hanafi membolehkan penggunaan rambut palsu untuk disambungkan dengan rambut asli yang tumbuh di kepala. Dasarnya, dalil pelarangan menyambung rambut hanya untuk rambut manusia.

Mazhab Maliki mengharamkan secara mutlak menyambung rambut, baik dengan rambut manusia maupun rambut sintetis. Pendapat ini didasarkpada pada hadis riwayat Muslim.

Selengkapnya...

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More