Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mereka Ikut Berpuasa Dan Menghadiri Buka Puasa Di Keluarga Muslim (foto Ilustrasi)
Dream - Ekspatriat non-muslim di Turki sudah terbiasa dengan tradisi bulan suci Ramadan di negara itu. Mereka ikut berpuasa, menghadiri buka puasa di keluarga muslim dan berbagi kebahagiaan di bulan yang penuh berkat ini.
" Bagi saya, Ramadan memiliki nilai-nilai spiritualitas, empati, disiplin, berbagi dan kebahagiaan keluarga," ucap Felister Gesare Orangi, seorang mahasiswa 23 tahun dari Kenya kepada Anadolu Agency dilansir Onislam.net, Jumat 4 Juli 2014.
Orangi, yang sudah berada di Turki selama 3 tahun, merupakan salah satu dari ribuan non-muslim yang sudah beradaptasi dengan bulan suci di negara mayoritas muslim tahun ini.
Orangi telah belajar beberapa nilai yang berharga di balik puasa umat muslim. Pelajaran itu didapat setelah sering buka puasa bersama dan ikut makan sahur dengan teman-teman muslim.
" Bagi saya, Ramadan adalah penting untuk tiga alasan: kekuatan batin, empati dan koreksi diri," katanya.
Orangi pun menerangkan berpuasa lebih dari 14 jam telah menguatkan seseorang untuk disiplin dalam menghadapi godaan. Itu akan memupuk empati kepada mereka yang serba kekurangan. Hal itu membuat orang yang berpuasa lebih manusiawi dan membangun rohani yang kuat melalui koreksi diri bahwa serba kekurangan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari.
Sementara itu Izabela Piekarczyk sudah dua kali mengalami Ramadan di Turki. Tinggal di Turki membuat Izabela tertarik untuk ikut puasa seperti yang dilakukan teman-teman muslimnya meski hanya beberapa hari.
" Saya harus mengakui bahwa hari pertama adalah yang paling sulit," kata gadis yang sudah tinggal di Turki lebih dari dua tahun ini.
" Saya pikir tubuh saya tidak siap untuk puasa selama 14 jam. Saya harus bekerja dan itu begitu panas di luar," tambahnya. Gadis yang suka pergi ke Sultan Ahmet Square di Istanbul ini mengaku paling suka mendengarkan adzan dan berbuka puasa bersama teman-temannya.
Lain lagi dengan Pablo Martin Asuero asal Spanyol. Meski pun dia tidak pernah berpuasa sebelumnya, Pablo sering menghadiri buka bersama yang diadakan teman-teman muslimnya selama bertahun-tahun.
" Ramadan adalah waktu yang menyenangkan bagi saya. Karena banyak makanan buka puasa yang dihidangkan oleh teman-teman Muslim Turki saya, meski pun saya belum pernah mencoba puasa," kata pria yang sudah tinggal 9 tahun di Turki ini.
Pablo menghormati bulan suci Ramadan dan dia memahami bagaimana seorang muslim bisa termotivasi untuk tetap lapar bahkan di musim panas yang panjang dan panas.
" Itu membuat mereka merasakan empati terhadap orang-orang yang hidupnya kekurangan dan membantu mereka membangun 'jembatan' antara Allah dan diri mereka sendiri," tambahnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya