Ilustrasi
Dream - Setiap manusia lahir disertai dengan rezekinya masing-masing. Tidak ada satupun manusia yang terlahir tanpa rezeki.
Adakalanya, rezeki datang dengan mudah. Tetapi, ada kalanya pula rezeki terasa begitu sulit didapat.
Dalam kondisi sulit rezeki, seorang Muslim dianjurkan untuk terus berikhtiar. Terdapat sejumlah amalan yang dapat dikerjakan untuk memperlancar rezeki, tetapi tetap harus dengan berikhtiar.
Salah satu amalan tersebut adalah dengan membaca doa ini. Doa yang dimaksud yaitu dua ayat terakhir Surat Al Baqarah, yaitu ayat 285 dan 286.
" Aamanar rasuulu bimaa unzila min rabbihii wal mukminuun. Kullun aamana billahi wa malaaikatihi wakutubihi, wa rusulihi. Laa nufarriku baina ahadin min rusulihi. Waqaaluu sami'na wa athaqna, ghufraanaka rabbanaa wa ilaikal masiir."
" Laa yukallifullahu nafsan illa wus'ahaa. Lahaa maa kasabat wa alaihaa mak tasabat. Rabbanaa laa tuaakhizna in nasiina au akhthaqna. Rabbanaa laa tahmil alaina isran kamaa hamaltahu alal ladziina min qablina. Rabbana walaa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bihi. Wa'fu anna waghfir lana warhamnaa anta maulaana fangsurnaa alal qaumil kaafiriin."
Artinya:
" Rasul telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Alquran) dari Rabbnya, demikian juga orang-orang yang beriman. Semua beriman pada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya serta rasul-rasul-Nya. (Mereka menyampaikan): 'Kami tak membeda-bedakan seseorang pun di antara rasul-rasul-Nya', dan mereka menyampaikan: 'Kami dengar dan kami patuh.' (Mereka berdoa): 'Ampunilah kami ya Rabb kami serta pada Engkaulah tempat kembali'."
" Allah tak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya serta dia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): 'Ya Rabb kami, jangan sampai Engkau hukum kami bila kami lupa atau kami salah. Ya Rabb kami, jangan sampai Engkau bebankan pada kami beban yang berat seperti Engkau bebankan pada orang-orang sebelumnya kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak mampu kami menanggungnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, serta rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, jadi tolonglah kami terhadap kaum yang kafir'."
Advertisement
Sosok Low Tuck Kwong, Dulu Perantau Kini Raja Batu Bara Indonesia

Tenteng Tumbler Hits, Bisa Bantu Kurangi Sampah Plastik

Mirwan Suwarso, Orang Madiun Dibalik Melejitnya Klub Sepak Bola Eropa Como-1907

AI Kini Jadi Penasihat Kecantikan Baru, Ungkap Studi Maverick Indonesia

Thrifting Favorit Gen Z, Tonjolkan Personal Style dan Ekonomi Sirkular



10 Mitos Kesehatan yang Masih Banyak Dipercaya, Padahal Tidak Sepenuhnya Benar

Mengapa Media Sosial Bisa Membuat Anda Sedih? Ini 5 Alasannya


Elektabilitas Dedi Mulyadi di Pilpres 2029 dalam Berbagai Survei, Mengapa Bisa Kalahkan Prabowo?

Sosok Low Tuck Kwong, Dulu Perantau Kini Raja Batu Bara Indonesia
