Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Roula Allouch (Onislam.net)
Dream - Lembaga advokasi Muslim terbesar di Amerika Serikat Council on American-Islamic Relations (CAIR) telah menunjuk Roula Allouch sebagai ketua baru mereka, menggantikan Omar Zaki yang mengundurkan diri.
Pengacara muslimah asal Ohio ini sebelumnya adalah Wakil Ketua CAIR. Dia juga pernah menjabat sebagai ketua CAIR untuk wilayah Cincinnati periode 2008-2013.
" Saya ingin berterima kasih kepada Omar Zaki atas pengabdiannya kepada CAIR dan untuk membela hak-hak sipil bagi semua orang Amerika," kata Allouch dalam pidato sambutannya.
Allouch berharap bisa melanjutkan dan memperkuat upaya CAIR untuk meningkatkan pemahaman tentang Islam dan Muslim. Untuk mendorong partisipasi masyarakat Muslim Amerika dan membangun koalisi dengan individu dan organisasi masyarakat untuk mempromosikan keadilan dan saling pengertian.
Dalam kehidupan sehari-hari, Allouch merupakan pengacara sipil di wilayah Ohio dan Kentucky. Bidang hukum yang ditanganinya meliputi hukum ketenagakerjaan, asuransi dan litigasi sipil umum.
Allouch juga anggota dari American, Kentucky, dan Cincinnati Bar Association dan bekerja sebagai koordinator untuk pelayanan publik bagi divisi pengacara muda American Bar Association. Selain itu dia adalah delegasi pengacara muda Kentucky di American Bar Association House of Delegates.
Penobatan Allouch disambut gembira oleh Nihad Awad, Direktur Eksekutif Nasional CAIR, yang memuji dedikasinya. " Dedikasi Roula dan keahlian hukum menjadikannya pilihan ideal untuk memimpin sebuah organisasi, yang bertujuan untuk mencegah erosi kebebasan sipil yang sedang berlangsung dalam masyarakat kita," kata Awad.
Meskipun tidak ada angka resmi, Amerika diyakini menjadi rumah bagi hampir 7-8 juta Muslim. Didirikan pada tahun 1994, CAIR adalah organisasi nirlaba yang bermarkas di Washington DC, dengan 35 kantor dan cabang di seluruh AS dan Kanada.
CAIR berusaha untuk meningkatkan pemahaman Islam, mendorong dialog, melindungi kebebasan sipil, memberdayakan Muslim Amerika dan membangun koalisi yang mempromosikan keadilan dan saling pengertian. September ini, CAIR merayakan hari jadinya yang ke-20 tahun dalam melayani komunitas Muslim Amerika dan membetulkan kesalahpahaman tentang Islam dan Muslim dalam masyarakat Amerika.
(Ism, Sumber: Onislam.net)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya