Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rita Armaini (Dream.co.id/Indra Komara)
Dream - Malam sudah berganti dini hari. Jalanan Cinere Raya, Depok mulai lengang. Warga di sana kebanyakan sudah terlelap.
Namun, beberapa hotel kelas melati justu baru menyala. Mereka mulai kebanjiran tamu, pasangan muda-mudi. Sejumlah rombongan mobil pun tertuju ke sana.
Begitu sampai, satu per satu personel turun menyasar tiap kamar hotel. Mereka adalah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok.
" Tok..tok..tok" ketuk seorang anggota satpol dengan wajah setengah kuyu, meminta tamu hotel keluar menunjukkan identitas.
Setelah menunggu lama tanpa jawaban, si petugas wanita itu akhirnya membuka paksa pintu. Penguni hotel pun terkaget-kaget kepergok tengah mesum di dalam kamar.
Begitulah secuplik aksi berani Rita Armaini berantas penyakit masyarakat. Meski berparas cantik, ia dikenal tegas ketika bertugas di lapangan.
Razia seperti ini sudah jadi 'makanan' Rita sebagai Satpol PP, profesi yang identik dengan kaum adam.
" Nggak ada impian buat masuk Satpol PP. Dulu saya bekerja di rumah sakit, setelah itu resign. Alhamdulillah saya diterima di sini," ujar Rita saat berbincang dengan Dream.co.id di kantornya, Depok, Selasa 2 Desember 2014.
Rita kecil punya cita-cita sebagai pilot, tapi impian itu gagal terwujud. Tak patah semangat, kini ia menikmati profesinya sebagai anggota Satpol PP.
Masalah waktu kerja yang kadang sampai dini hari bukan hambatan bagi wanita berusia 34 tahun ini. Dia tak cemas, karena itu bagian dari tugas.
" Kerjanya dari jam 7 sampai jam 4 sore. Kadang suka ikut penertiban juga sampai jam 4 pagi. Dibawa enjoy aja, namanya juga pekerjaan," kata wanita berhijab itu tersenyum.
Mengurus anak menjadi prioritas utamanya usai bekerja. Sampai di rumah, kawasan Pondok Terong, Depok, Rita pun kembali menjadi sosok ibu yang lembut, menemani anak laki-lakinya belajar hingga tertidur pulas di pangkuan.
Rita tak menampik terkadang saat bertugas melakukan razia dan penertiban di lapangan sering mendapatkan perlawanan.
" Kuncinya selalu berdoa setiap melalui sesuatu. Jenis pekerjaan apapaun akan dilakukan asal berpegang teguh pada agama. Pekerjaan apa aja saya lakuin asal halal. Yang penting tetap ada waktu buat keluarga," ucapnya. Rita, meski garang di luar lapangan tapi tetap lembut di dalam rumah. (Ism, Laporan: Indra Komara)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya