Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Perjuangan Desainer Mukena `Barbie Muallaf`

Reporter : Ervina
Selasa, 2 Desember 2014 11:43
Perjuangan Desainer Mukena `Barbie Muallaf`
Saat pasar mulai kebanjiran produk impor asal Tiongkok, tidak sedikit pengusaha yang terpaksa gulung tikar. Menghadapi hal ini, Kartika sebagai pemilik Keke Busana merilis mukena 'barbie muallaf'.

Dream - Meski tidak memiliki latar belakang sebagai seorang pebisnis, namun tekad Kartika menjadikan bisnis busana sebagai pilihan hidupnya kian bulat. Tekad mencuat lantaran pada tahun 1998 sang anak hendak memasuki jenjang Sekolah Dasar.

Usahanya merintis bisnis busana muslim yang dimulai dengan memproduksi 40 potong pakaian kala terkendala gempuran regulasi pemerintah. Regulasi yang membuka keran impor busana asal Tiongkok di tahun 2001. Tak pelak, usahanya ini terkena imbas dan produksinya tidak laku di pasaran.

Demi kelangsungan bisnisnya, ia pun berupaya memutar otak dengan menciptakan tren busana yang saat itu terkesan tabu di pasaran. Ide kreatif kemudian memunculkan mukena anak berwarna-warni yang dijuluki 'mukena barbie mualaf'.

" Saat itu saya membuat mukena bukan warna putih, tapi warna ungu dan dipakai sama anak untuk mengaji. Saya khawatir dia (sang anak) akan ditegur sama guru mengaji ternyata responnya jauh berbeda," kata perempuan lulusan Fakultas Hukum, Universitas Padjajaran saat ditemui Dream.co.id di Depok.

Dia menyebut respons positif yang didapatkan berupa pesanan dari orangtua santri untuk memproduksi mukena anak dengan warna-warna ceria. Kepercayaan diri inilah yang membuat ia akhirnya memutuskan memproduksi 'mukena barbie' dan memasarkan ke Tanah Abang.

Kreasinya itu mendapatkan respons positif dan disukai pasar. Bahkan setahun setelah menciptakan mukena 'barbe muallaf', usahanya bisa kembali bangkit dan menghidupi banyak orang.

" Alhamdulillah dalam setahun kemudian usaha saya bisa bangkit dan berjalan meski digempur produk impor asal Tiongkok. Saat menghadapi kesulitan yang penting kita fokus dengan usaha dan menciptakan tren agar tidak tergerus pasar," ucapnya. (Ism)

Beri Komentar