Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Rancangan Kartika, Mukena Barbie Mualaf (koleksi Pribadi)
Dream - Meski tidak memiliki latar belakang sebagai seorang pebisnis, namun tekad Kartika menjadikan bisnis busana sebagai pilihan hidupnya kian bulat. Tekad mencuat lantaran pada tahun 1998 sang anak hendak memasuki jenjang Sekolah Dasar.
Usahanya merintis bisnis busana muslim yang dimulai dengan memproduksi 40 potong pakaian kala terkendala gempuran regulasi pemerintah. Regulasi yang membuka keran impor busana asal Tiongkok di tahun 2001. Tak pelak, usahanya ini terkena imbas dan produksinya tidak laku di pasaran.
Demi kelangsungan bisnisnya, ia pun berupaya memutar otak dengan menciptakan tren busana yang saat itu terkesan tabu di pasaran. Ide kreatif kemudian memunculkan mukena anak berwarna-warni yang dijuluki 'mukena barbie mualaf'.
" Saat itu saya membuat mukena bukan warna putih, tapi warna ungu dan dipakai sama anak untuk mengaji. Saya khawatir dia (sang anak) akan ditegur sama guru mengaji ternyata responnya jauh berbeda," kata perempuan lulusan Fakultas Hukum, Universitas Padjajaran saat ditemui Dream.co.id di Depok.
Dia menyebut respons positif yang didapatkan berupa pesanan dari orangtua santri untuk memproduksi mukena anak dengan warna-warna ceria. Kepercayaan diri inilah yang membuat ia akhirnya memutuskan memproduksi 'mukena barbie' dan memasarkan ke Tanah Abang.
Kreasinya itu mendapatkan respons positif dan disukai pasar. Bahkan setahun setelah menciptakan mukena 'barbe muallaf', usahanya bisa kembali bangkit dan menghidupi banyak orang.
" Alhamdulillah dalam setahun kemudian usaha saya bisa bangkit dan berjalan meski digempur produk impor asal Tiongkok. Saat menghadapi kesulitan yang penting kita fokus dengan usaha dan menciptakan tren agar tidak tergerus pasar," ucapnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?