Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Sumber: Abc7ny.com)
Dream - Selama beberapa bulan, Josette Duran merasa heran dengan kebiasaan anaknya saat hendak berangkat sekolah. Dylan, nama putra itu, selalu meminta dibuatkan dua roti sandwich untuk bekal makan siang di sekolah.
Awalnya sang ibu, Duran, tak menaruh curiga apapun pada kebiasaan sang anak. Duran mengira anaknya hanya lapar ketika di sekolah. Perutnya tak cukup hanya makan satu bekal makan siang ini.
Namun ternyata Dylan berbuah lebih dari bayangan sang ibu. Selama ini Dylan selalu berbagi satu bekal makan siangnya untuk temannya.
Siap Dylan dan mengapa berbuah kebaikan itu, ikuti kisah selanjutnya:
© Dream
" Aku bilang kepada Dylan ini bukan untuk mencari pujian," kata Duran di Facebook Live. " Dia berkata, 'Tidak, Mom. Ini untuk anak kecil di sekolah. Dia selalu duduk sendiri, dan yang dia makan hanya secangkir buah'."
Menurut WFNY News, Duran kemudian dipanggil kepala sekolah dasar di Albuquerque, New Mexico.
Ternyata di ruang itu sudah ada ibu dari anak kecil yang selalu diberi jatah makan siang oleh Dylan.
Duran mengatakan ibu anak itu berusaha mengganti makan siang anaknya dengan sejumlah uang.
© Dream
Namun Duran menolaknya dengan halus. " Dia bilang 'Saya tahu ini tidak banyak, tapi saya baru saja punya pekerjaan, dan saya tahu Anda telah memberi makan anak saya'. Tapi saya katakan kepadanya bahwa saya tidak bisa menerima pemberiannya itu," kata Duran.
Klub voli yang diasuh oleh Duran juga sempat menggalang dana dan berhasil mengumpulkan US$ 400 untuk diberikan kepada Duran.
Namun alih-alih menerima uang itu, Duran menyerahkan uang tersebut kepada pihak kantin untuk membayar mereka yang selama ini tak bisa menikmati bekal secara layak.
© Dream
" Kami membayar semua makanan anak-anak sebelumnya yang tidak bisa membeli makan siang," kata Duran. " Jadi mulai sekarang, tidak ada yang punya utang di sekolah itu dan semuanya bisa makan."
Duran mengatakan dia merasa iba dengan anak kecil itu karena ingat dirinya juga orang tidak punya sebelumnya.
" Ini mengingatkan saya beberapa tahun sebelumnya, ketika kami tidak punya rumah," katanya. " Saya dan Dylan tinggal di mobil dan saya memandikannya di kamar mandi umum. Dan saya tidak punya makanan."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya