Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Motor Pustaka Karya Serka Darwis Tiro (kilassulbar.com)
Dream - Tugas tentara tidak hanya berperang. Ada tugas lain yang juga harus diemban, salah satunya di bidang pendidikan.
Seperti yang dijalankan oleh anggota Babinsa Koramil 1402-07 Mambi, Mamasa, Sulawesi Barat, Serka Darwis Tiro. Dia memodifikasi motor dinasnya hingga dapat digunakan mengangkut buku.
Dengan motor itu, dia berkendara menjelajah hingga pelosok desa. Darwis mendatangi anak-anak dan mengajak mereka membaca buku-buku yang dia bawa.
Kecamatan Mambi adalah daerah yang terpencil. Untuk bisa sampai ke sana harus melewati medan berbukit, terjal, serta berliku.
Alhasil, penduduk di kecamatan ini, terutama anak-anak sangat jarang mendapat informasi apalagi pengetahuan baru.
Masalah inilah yang membuat hati Darwis tergerak. Dia membuat semacam gerobak dari kayu, yang ditempatkan di jok belakang motornya. Di dalam gerobak itu, Darwis menyusun buku-bukunya dengan sangat rapi.
Setiap hari, Darwis mengendarai 'Motor Pustaka' itu. Dia menyisir sekolah-sekolah dan mengajak anak-anak untuk gemar membaca.
Para orangtua mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Darwis. Menurut mereka, Darwis telah memberi manfaat bagi perkembangan anak-anak di desa pelosok.
"Motor pustaka ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami," ujar salah satu orangtua murid, Muhammad Arif, dikutip dari kilassulbar.com, Rabu, 31 Agustus 2016.
Arif mengatakan motor pustaka tersebut dapat menambah pengetahuan bagi anak-anak. Selain itu, motor tersebut juga dapat menumbuhkan minat baca pada anak-anak.
"Apalagi dengan cara seperti ini membuat tentara semakin menyatu dengan masyarakat. Anak-anak juga tidak takut lagi kepada tentara," ucap Arif.
Sementara Darwis sendiri mengaku sangat menikmati kegiatannya.
"Berbeda dengan anak-anak di kota yang sudah terjangkau jaringan internet, mereka bisa menikmati bacaan lewat media sosial. Tapi, anak di daerah terpencil seperti ini sangat kesulitan mengakses informasi.
Sumber: kilassulbar.com
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
