Minggu, 8 November 2026 Cari
Orbit

Doa Buka Puasa Berbeda, Ini Tinjauan Ulama

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 21 Mei 2018 18:02
Doa Buka Puasa Berbeda, Ini Tinjauan Ulama

Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)

Mazhab Syafi'i menggabungkan dua doa yang dianggap berbeda menjadi satu.

Dream - Sudah menjadi hal umum di masyarakat berdoa buka puasa menggunakan lafal 'Allahumma laka shumtu'. Tetapi, belakangan ada pihak yang menyatakan lafal doa tersebut tidak bisa dipakai.

Sebabnya, lafal doa itu dinilai berasal dari hadis dhaif. Kemudian, ditawarkan lafal doa baru dari riwayat Abu Dawud.

Lafal tersebut berbunyi, 'Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru, insya Allah.' Lafal ini disebut sebagai doa yang benar karena berasal dari hadis shahih.

Lantas, benarkah lafal doa yang lazim dipakai masyarakat ketika berbuka puasa tidak boleh lagi diucapkan?

Dikutip dari NU Online, lafal doa kedua ditemukan dalam riwayat Abu Dawud berikut.

"Kami mendapat riwayat dari Abdullah bin Muhammad bin Yahya, yaitu Abu Muhammad, kami mendapat riwayat dari Ali bin Hasan, kami mendapat riwayat dari Husein bin Waqid, kami mendapat riwayat dari Marwan, yaitu Bin Salim Al Muqaffa', ia berkata bahwa aku melihat Ibnu Umar menggenggam jenggotnya, lalu memangkas sisanya. Ia berkata, Rasulullah bila berbuka puasa membaca, 'Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘urûqu wa tsabatal ajru, insyâ Allah'."

Sedangkan lafal doa buka puasa yang dibaca masyarakat tercantum dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim. Riwayat tersebut dikutip oleh Syeikh M Khatib As Syarbini dalam kitabnya Hamisy Bujairimi alal Khatib.

"(Mereka yang berpuasa) dianjurkan setelah berbuka membaca, 'Allahumma laka shumtu, wa 'ala rizqika afthartu.' Sebabnya, Rasulullah SAW mengucapkan doa ini yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim."

Jika diteliti tingkat keshahihannya, doa yang ada dalam riwayat Bukhari dan Muslim tentu lebih shahih menurut ulama hadis. Sehingga, doa yang diamalkan masyarakat selama ini sudah benar.

Sedangkan terkait doa dalam riwayat Abu Dawud, para ulama Mazhab Syafi'i mengambil jalan tengah. Dua doa itu kemudian digabungkan.

Doa gabungan ini tercantum dalam Hasyiyatul Bujairimi yang ditulis Sulaiman Al Bujairimi.

Doa berbuka puasa yang dianjurkan

Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu, wa bika amantu, wa bika wa 'alaika tawakkaltu. Dzahabaz zhama'u, wabtallatil 'uruqu, wa tsabatal ajru, insya Allah. Ya wasi'al fadhli, ighfir li. Alhamdulillahil ladzi hadani fa shumtu, wa razaqanî fa afthartu.

Artinya:

"Tuhanku, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Sebab dan kepada-Mu aku berpasrah. Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah. Dan insya Allah pahala sudah tetap. Wahai Zat Yang Luas Karunia, ampuni aku. Segala puji bagi Tuhan yang memberi petunjuk padaku, lalu aku berpuasa. Dan segala puji Tuhan yang memberiku rezeki, lalu aku membatalkannya."

Doa ini dibaca usai membatalkan puasa. Jika terjadi perbedaan, sangat dianjurkan untuk tidak membesar-besarkannya.

Selengkapnya...

(ism)

Daftarkan email anda untuk berlangganan berita terbaru kami

Jangan Lewatkan

Selengkapnya
Dianjurkan Berpuasa, Ini Niat Puasa Syaban
KUMPULAN DOA

Dianjurkan Berpuasa, Ini Niat Puasa Syaban

2021-04-27 08:05:00
Niat Puasa Tarwiyah Idul Adha
NIAT PUASA

Niat Puasa Tarwiyah Idul Adha

2019-08-09 11:31:00
Doa Saat Diajak Berbuka Puasa Bersama
BUKA PUASA

Doa Saat Diajak Berbuka Puasa Bersama

2018-05-21 15:01:00
Puasa Setengah Hari dalam Tinjauan Ulama
RAMADAN 2018

Puasa Setengah Hari dalam Tinjauan Ulama

2018-05-21 14:02:00
Mengapa Bulan Puasa Dinamai Ramadan, Ini Rahasianya
RAMADAN 2018

Mengapa Bulan Puasa Dinamai Ramadan, Ini Rahasianya

2018-05-21 10:00:00
Amalan-amalan yang Ternyata Tak Membatalkan Puasa
RAMADAN 2018

Amalan-amalan yang Ternyata Tak Membatalkan Puasa

2018-05-20 18:00:00
Pesan Rasulullah di Awal Ramadan
RAMADAN 2018

Pesan Rasulullah di Awal Ramadan

2018-05-18 12:01:00