Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Yonna Kairupan (Instagram)
Dream - Bertemu dengan mayat hidup (zombie)? Mungkin kamu bakal lari ketakutan atau teriak. Tapi bagaimana jika kamu justru terkesan. Kok bisa?
Ya, berkat kelihaian seniman tata rias bernama Yonna Kairupan, kamu bisa terpukau begitu melihat seseorang menjadi karakter zombie.
Tak ada yang menyangka di balik wajah cantiknya. Gadis berhijab ini justru bisa 'menebar' horor. Yonna yang tergabung di komunitas Indonesia Zombie Club mengaku belajar tata rias karakter secara autodidak.
Wanita lulusan Aksek LPK Tarakanita ini sering melakukan riset, mulai dari YouTube, internet, baca buku, televisi atau menonton pembuatan (behind the scene) film.
Latar belakang sebagai penata rias memberikan banyak kemudahan bagi Yonna dalam bidang baru tersebut. Ia biasa mendadani seseorang persis karakter horor yang diinginkan. Seperti zombie, dengan muka sobek berlumuran darah, pocong atau vampir.
Yang terbaru, ia bisa merias seseorang persis seperti gambar mengerikan di bungkus rokok. Si karakter didandani hingga terlihat seperti terkena kanker tenggorokan dan mulut--efek dari bahaya merokok.

Yonna membutuhkan waktu 20-45 menit untuk melakukan tata rias karakter. Kata dia, dituntut bisa memainkan imajinasi agar bisa memberi sentuhan berbeda di setiap karakter. Dan yang terpenting selalu melakukan riset terlebih dahulu, sebelum mendandani seseorang menjadi suatu karakter.
Kesulitan tidak hanya dari tuntutan kreativitas, juga dari alat-alat tata rias penunjang. Wanita kelahiran Jakarta ini mengaku cukup sulit mencari alat tata rias untuk karakter di Jakarta.
Sebagai gantinya, ia membuat sendiri apa yang diperlukan seperti darah buatan atau menitip pada teman yang sedang berada di luar negeri.
Ibu dari empat anak ini optimis peluang profesi yang ditekuninya sangat potensial di masa mendatang. Namun sayang, kebanyakan orang Indonesia belum bisa menghargai keahlian orang.
Menurutnya masih banyak orang beranggapan make up artist cuma sekadar tukang dandan atau tukang rias di salon. " Saya punya ingin mengubah persepsi orang. Kalau pekerjaan ini butuh skill full banget" .
(Ism, Berbagai sumber)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya