Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Yonna Kairupan, Hijaber Perias `Mayat Hidup`

Reporter : Sandy Mahaputra
Kamis, 4 September 2014 07:45
Yonna Kairupan, Hijaber Perias `Mayat Hidup`
Dia bisa membuat kamu terlihat menyeramkan. Dengan muka sobek berlumuran darah!

Dream - Bertemu dengan mayat hidup (zombie)? Mungkin kamu bakal lari ketakutan atau teriak. Tapi bagaimana jika kamu justru terkesan. Kok bisa?

Ya, berkat kelihaian seniman tata rias bernama Yonna Kairupan, kamu bisa terpukau begitu melihat seseorang menjadi karakter zombie.

Tak ada yang menyangka di balik wajah cantiknya. Gadis berhijab ini justru bisa 'menebar' horor. Yonna yang tergabung di komunitas Indonesia Zombie Club mengaku belajar tata rias karakter secara autodidak.

Wanita lulusan Aksek LPK Tarakanita ini sering melakukan riset, mulai dari YouTube, internet, baca buku, televisi atau menonton pembuatan (behind the scene) film.

Latar belakang sebagai penata rias memberikan banyak kemudahan bagi Yonna dalam bidang baru tersebut. Ia biasa mendadani seseorang persis karakter horor yang diinginkan. Seperti zombie, dengan muka sobek berlumuran darah, pocong atau vampir.

Yang terbaru, ia bisa merias seseorang persis seperti gambar mengerikan di bungkus rokok. Si karakter didandani hingga terlihat seperti terkena kanker tenggorokan dan mulut--efek dari bahaya merokok.

Yonna Kairupan, Hijaber Perias Mayat Hidup

Yonna membutuhkan waktu 20-45 menit untuk melakukan tata rias karakter. Kata dia, dituntut bisa memainkan imajinasi agar bisa memberi sentuhan berbeda di setiap karakter. Dan yang terpenting selalu melakukan riset terlebih dahulu, sebelum mendandani seseorang menjadi suatu karakter.

Kesulitan tidak hanya dari tuntutan kreativitas, juga dari alat-alat tata rias penunjang. Wanita kelahiran Jakarta ini mengaku cukup sulit mencari alat tata rias untuk karakter di Jakarta.

Sebagai gantinya, ia membuat sendiri apa yang diperlukan seperti darah buatan atau menitip pada teman yang sedang berada di luar negeri.

Ibu dari empat anak ini optimis peluang profesi yang ditekuninya sangat potensial di masa mendatang. Namun sayang, kebanyakan orang Indonesia belum bisa menghargai keahlian orang.

Menurutnya masih banyak orang beranggapan make up artist cuma sekadar tukang dandan atau tukang rias di salon. " Saya punya ingin mengubah persepsi orang. Kalau pekerjaan ini butuh skill full banget" .

(Ism, Berbagai sumber)

Beri Komentar