Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Dream - Awal tahun ajaran baru 2016/2017 telah dimulai pada senin 18 juli 2016 pagi tadi.
Sebagian besar sekolah se Indonesia baik SMA, SMP, SD sederajat telah kembali memulai kegiatan. Libur panjang kenaikan kelas yang berbarengan dengan perayaan, puasa dan Idul Fitri telah berakhir.
Tak berbeda dengan Arya Permana. Bocah penderita obesitas ekstrem asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat, itu juga memulai kegiatan sekolahnya.
Bocah berusia 10 tahun yang memiliki berat badan 190 kilogram itu datang ke sekolahnya di SD Negeri Cipurwasari, Kampung Pasir Pining, Desa Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru, Karawang, dengan diantar kedua orang tuanya, Ade Somantri (42) dan Rokayah (37).
Walupun sempat diwaranai insiden terjatuh saat mengikuti upacara, namun usaha Arya untuk berjalan ke sekolah yang diperkirakan berjarak sekitar 60-70 meter patut diapresisasi. Mengingat bagimana susahnya berjalan dengan bobot tubuh hampir 2 kwintal.
Arya kini duduk di bangku kelas IV, meski setahun lalu dia hanya belajar dan menghabiskan waktu di rumah.
Arya tidak bisa berangkat ke sekolah lantaran berat badannya yang terus naik, bahkan mencapai 190 Kilogram. Saat ini bobot badan Arya sedikit turun menjadi 180 Kilogram, setelah menjalani sejumlah upaya termasuk dirawat di RSHS Bandung. Berikut foto-foto bocah obesitas kembali bersekolah (Ism, ANTARA FOTO/M. Ali Khumaini)
Bocah penderita obesitas ekstrem asal Karawang, Arya Permana, (kiri) bersama teman-temannya bersiap-siap mengikuti pendidikan di kelas IV Sekolah Dasar Negeri Cipurwasari, Kampung Pasir Pining, Desa Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru, Karawang, Jabar, Senin (18/7). Berbeda dengan teman-temannya, bocah berusia 10 tahun yang memiliki berat badan 190 kilogram itu tidak memakai seragam sekolah, karena tidak ada seragam sekolah dasar yang cukup dengan ukuran badannya yang sangat besar.
Hak Cipta © DREAM.CO.IDAdvertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
