Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Dream - Awal tahun ajaran baru 2016/2017 telah dimulai pada senin 18 juli 2016 pagi tadi.
Sebagian besar sekolah se Indonesia baik SMA, SMP, SD sederajat telah kembali memulai kegiatan. Libur panjang kenaikan kelas yang berbarengan dengan perayaan, puasa dan Idul Fitri telah berakhir.
Tak berbeda dengan Arya Permana. Bocah penderita obesitas ekstrem asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat, itu juga memulai kegiatan sekolahnya.
Bocah berusia 10 tahun yang memiliki berat badan 190 kilogram itu datang ke sekolahnya di SD Negeri Cipurwasari, Kampung Pasir Pining, Desa Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru, Karawang, dengan diantar kedua orang tuanya, Ade Somantri (42) dan Rokayah (37).
Walupun sempat diwaranai insiden terjatuh saat mengikuti upacara, namun usaha Arya untuk berjalan ke sekolah yang diperkirakan berjarak sekitar 60-70 meter patut diapresisasi. Mengingat bagimana susahnya berjalan dengan bobot tubuh hampir 2 kwintal.
Arya kini duduk di bangku kelas IV, meski setahun lalu dia hanya belajar dan menghabiskan waktu di rumah.
Arya tidak bisa berangkat ke sekolah lantaran berat badannya yang terus naik, bahkan mencapai 190 Kilogram. Saat ini bobot badan Arya sedikit turun menjadi 180 Kilogram, setelah menjalani sejumlah upaya termasuk dirawat di RSHS Bandung. Berikut foto-foto bocah obesitas kembali bersekolah (Ism, ANTARA FOTO/M. Ali Khumaini)
Bocah penderita obesitas ekstrem asal Karawang, Arya Permana, (kanan) diantar orang tuanya ke Sekolah Dasar Negeri Cipurwasari, Kampung Pasir Pining, Desa Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru, Karawang, Jabar, Senin (18/7). Berbeda dengan teman-temannya, bocah berusia 10 tahun yang memiliki berat badan 190 kilogram itu tidak memakai seragam sekolah, karena tidak ada seragam sekolah dasar yang cukup dengan ukuran badannya yang sangat besar.
Hak Cipta © DREAM.CO.IDAdvertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?