8 Pesohor yang Dibayar Mahal untuk Menganggur

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 5 Maret 2015 07:00
8 Pesohor yang Dibayar Mahal untuk Menganggur
Kontrak pay-or-play membuat rezeki nomplok dijamin takkan lari kemana

Dream - Sebagai bintang film papan atas Hollywood, sudah lazim para pesohor meminta jaminan ketika disodori main dalam sebuah film. Jaminan yang dikenal sebagai pay-or-play itu, memberikan payung hukum bagi sang aktor ketika film yang dibintanginya anjlok di pasaran, gagal dirilis, atau digantikan oleh bintang lainnya.

Dengan perjanjian ini, para bintang seolah sudah mengantongi uang di muka. Mereka akan tetap dibayar sesuai janji dalam kontrak yang telah disepakati dengan perusahaan pembuat film.

Meski sebagian besar studio film merasa enggan memenuhi permintaan kontrak tersebut, tapi dalam beberapa kasus beberapa bintang film menolak terlibat dalam produksi jika tidak diberi jaminan pay-or-play itu.

Mengutip laman the richest, Kamis, 6 Maret 2015, berikut ini adalah delapan aktor atau aktris yang 'mendapat rezeki nomplok' meski tak bekerja sama sekali:

(Ism)

1 dari 8 halaman

8. Julia Roberts dan Kiefer Sutherland

8. Julia Roberts dan Kiefer Sutherland

Pasangan yang bertunangan pada 1990an ini dikenal sebagai dua sejoli yang selalu membintangi sebuah film bersama-sama. Salah satunya adalah film bertema Western, Renegades, yang diproduksi 1991. Julia Roberts dan Kiefer Sutherland seharusnya membintangi film ini sebagai pasangan kekasih yang merupakan bintang utama.

Namun, beberapa bulan sebelum produksi kisah cinta mereka di dunia nyata diterpa badai perpisahan dan film itu pun di ambang gagal produksi.

Setelah gagal dalam pertunangan, Sutherland keluar dari produksi meski dia tetap dibayar sekitar US$ 3 juta. Peran Sutherland pun dirombak. Dalam upaya untuk menyelamatkan film, Julia Roberts tetap dipertahankan dan dipasangkan dengan Mel Gibson.

Kontrak yang ditandatangani dua bintang tersebut menjamin keduanya tetap dibayar, meskipun salah satu gagal bermain dan film akhirnya tidak jadi diproduksi.  (Ism)

  

2 dari 8 halaman

7. Arnold Schwarzenegger

7. Arnold Schwarzenegger

Arnold Schwarzenegger adalah salah satu aktor yang menikmati pay-or-play, tapi dengan cara yang tak lazim. Dia dipilih untuk membintangi sebuah film berjudul Crusades - tapi film ini tidak pernah diproduksi.

Anggaran yang diproyeksikan untuk film itu selangit, dan nilainya terus meninggi. Meskipun telah digelontorkan US$ 20 juta untuk pra-produksi, dibutuhkan US$ 200 juta atau lebih untuk menyelesaikannya. Karena banyaknya biaya tak terduga, dana untuk film ini pun habis.

Schwarzenegger yang dikontrak dengan bayaran $ 15 juta memilih untuk diberi hak naskah film secara gratis. Sebab, ia ingin suatu hari bisa membuat film tersebut. (Ism)

 

3 dari 8 halaman

6. James Garner

6. James Garner

Peran yang seharusnya untuk James Garner dalam sebuah film tahun 1960 dihapus oleh studio Warner Bros setelah terjadi boikot oleh asosiasi penulis film. Saat itu, Garner telah menandatangani kontrak pay-or-play. Meski pada awalnya kompensasi untuknya ditolak, tapi Warner Bros dipaksa untuk membayar Garner setelah aktor tersebut mengajukan gugatan.

Warner Bros mengklaim bahwa kontrak pay-or-play Garner batal karena pemogokan itu di luar kendali mereka. Namun mereka dinyatakan bersalah karena dianggap melanggar kontrak saat menolak membayar Garner.

Peristiwa ini adalah kejadian pertama seorang aktor memenangkan kasus terhadap studio besar. (Ism)

 

4 dari 8 halaman

5. Guy Hamilton

5. Guy Hamilton

Guy Hamilton ditunjuk untuk menyutradarai film Superman tahun 1978. Film ini dibuat di Italia, tapi selama pra-produksi lokasi dipindah ke Inggris.

Perubahan ini diperkirakan untuk menghemat biaya produksi, tetapi menyebabkan beberapa masalah yang signifikan bagi sutradara.

Hamilton tidak bisa melakukan perjalanan ke Inggris selama lebih dari 30 hari, karena ia sedang menjalani pengasingan akibat tidak membayar pajak.

Ini berarti produser terpaksa memilih orang lain untuk menyutradarai filmnya. Richard Donner akhirnya terpilih untuk menggantikan Hamilton.

Di bawah kontrak pay-or-play, Hamilton dibayar untuk tidak menyutradarai film. (Ism)

 

5 dari 8 halaman

4. Marlon Wayans

4. Marlon Wayans

Anda mungkin merasa sulit untuk percaya, bahwa aktor Marlon Wayans awalnya ditunjuk untuk memerankan Robin di film Batman Returns dan Batman Forever. Meskipun ia seharusnya muncul dalam kedua film tersebut, tapi hal itu tidak pernah terjadi. Sebaliknya, Chris O'Donnell dipilih untuk bermain Robin, ketika terjadi perubahan sutradara.

Hal ini tidak menghentikan Wayans untuk mendapat bayaran atas peran Robin tersebut. Wayans kabarnya dibayar penuh atas perannya sebagai Robin di kedua film meskipun ia akhirnya digantikan aktor lain.

Hal ini disebabkan kontraknya yang menjamin dia dibayar apa pun yang terjadi. Sampai hari ini Wayans masih menerima pembayaran royalti untuk " perannya" sebagai Robin, meskipun itu tidak pernah terjadi. (Ism)

 

6 dari 8 halaman

3. Billy Dee Williams

3. Billy Dee Williams

Billy Dee Williams terpilih untuk bermain Harvey Dent dalam film Batman pada 1989. Kabarnya, Billy Dee sudah lama telah menandatangani kontrak pay-or-play untuk film tersebut dan sekuelnya.

Karakter Harvey Dent kemudian diganti menjadi alter ego jahat Dent dalam sekuel, Batman Forever. Namun, peran Williams 'itu dirombak karena ada pergantian sutradara untuk sekuelnya.

Joel Schumacher, direktur pengganti, menarik Tommy Lee Jones untuk menggantikan Billy Dee. Sejak itu rumor berkembang yang mengatakan ia dibayar penuh untuk sekuel ini tanpa pernah bermain di dalamnya. Dia mengaku hanya pernah memiliki kontrak satu film dengan franchise Batman. (Ism)

 

7 dari 8 halaman

2. Bob Hoskins

2. Bob Hoskins

Robert De Niro pada awalnya dipilih untuk berperan sebagai Al Capone dalam film The Untouchables. Namun, De Niro menolak peran dan sutradara Brian De Palma terpaksa mencari pemain pengganti.

Aktor Inggris Bob Hoskins muncul sebagai pilihan kedua, dan ia menandatangani kontrak film tersebut - sampai De Niro berubah pikiran dan Hoskins pun tidak jadi memerankan Al Capone.

Pada titik ini, Hoskins menerima kompensasi atas kontraknya yang batal senilai 20 ribu pound sterling. Hoskins memilih untuk tidak mengeluh tentang menerima cek sedikit tanpa melakukan pekerjaan apa pun. (Ism)

 

8 dari 8 halaman

1. Hilary Duff

1. Hilary Duff

Pada tahun 2011 Hilary Duff terpilih bermain dalam film remake dari 'Bonnie and Clyde'. Namun dia kehilangan peran tersebut, karena dilaporkan tengah hamil.

Meski Duff dipecat dari perannya, dia mendapat kompensasi dari kontrak pay-or-play yang ditandatangani sebelumnya.

Aktris ini menerima US$ 100.000 tanpa melakukan apa-apa. Meskipun sebagian kritikus film melihat pemecatan tersebut sebagai penghinaan, yang lain menghibur Duff dengan mengatakan ada manfaat karena menerima sejumlah besar uang tanpa melakukan usaha.

Produser ternyata menemui beberapa kendala dalam mendaratkan pengganti Duff. Bintang True Blood Lindsay Pulsipher awalnya dipilih sebagai pengganti, namun ternyata belakangan dia juga digantikan oleh Holliday Grainger. (Ism)

Beri Komentar