Kondisi Terkini Dokter Tirta Usai Rapid Test Corona, Ternyata Paru-Parunya...

Reporter : Amrikh Palupi
Selasa, 31 Maret 2020 12:56
Kondisi Terkini Dokter Tirta Usai Rapid Test Corona, Ternyata Paru-Parunya...
Simak penjelasan dari dokter Tirta.

Dream - Dokter Tirta belakangan cukup terkenal. Selain berporfesi sebagai dokter, penampilannya yang nyentrik dengan rambutnya yang diwarnai menjadikan dokter lulusan Universitas Gajah Mada ini dikenal publik.

Selain itu, dokter Tirta kerap melaukan edukasi dengan turun ke jalan melakukan penyemprotan disinfektan di daerah rawan atau redzone. Namun, setelah 14 hari berada di jalanan, Dokter Tirta pun akhirnya tumbang.

Melalui akun Instagramnya, ia mengalami demam dan batuk sehingga memutuskan untuk mengisolasi diri di rumah.

dokter tirta

Foto : @dr.tirta

Setelah tiga hari, kondisinya pun tak kunjung membaik. Sehingga pria berusia 28 tahun ini pun akhirnya memutuskan untuk mendapatkan pertolongan di Rumah Sakit Kartika Pulomas, Jakarta.

Ia pun sempat ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) akibat menunjukkan gelala-gelaja terinfeksi corona COVID-19. Ditambah lagi dia sering ke daerah yang dianggap redzone. Ia pun diharuskan untuk menjalani Rapid Test Corona COVID-19.

Seperti ini kondisi Dokter Tirta yang dirangkum Dream dari akun instagram dokter Tirta.

dokter tirta

Foto : @dr.tirta

1 dari 5 halaman

Dirawat di Rumah Sakit Kartika Pulomas Jakarta

Dokter Tirta saat ini menjalani perawatan itensif di rumah sakit  Kartika Pulomas Jakarta. Ia memilih di rumah sakit karena tidak ingin menganggu orang-orang terdekatnya. Tirta sempat mengabadikan foto sebelum mendapatkan perawatan di rumah sakit.

" Ini foto sebelum dibawa ke rs. Iseng pake helm yg saya beli hahahaha Kenapa saya lebih memilih rehat di rs? Biar sekeliling saya ga terganggu. Takutnya parno. Dan penyembuhan bisa optimal," tulis Tirta dikutip Dream dari akun instagramya, Selasa 31 maret 2020.

2 dari 5 halaman

Batuk dan Demam Naik Turun

Dokter Tirta sedang menjalani perawatan di rumah skit Kartika Pulomas. Tirta mengatakan keadaannnya baik di hari kedua menjalani perawatan. Namun dia mengaku masih batuk dan demam yang masih naik turun.

" Keadaan saya baik-baik saja tapi ya nggak gitu-gitu banget, saya masih demam dan batuk naik turun. Saya demam hari ke dua karea sempat kontak dengan pasien covid. Saya masih PDP (pasien dalam pengawasan). Di tes negatif. Paru-paru saya di tes alhamdulillah aman cuman ada gambaran bronkitis kronis," kata Doter Tirta pada video.

3 dari 5 halaman

Rapid Test Negatif

Dokter Tirta mengatakan sudah menjalani test rapid kembali pada Minggu dan test rapid kedua haslnya pun negatif sama seperti test pertama. Gejala yang dirasakan saat ini demam sudah turun tinggal batuk ringan yang masih dia rasakan.

" Minggu : rapid test kedua kalinya, NEGATIF, mau d lakukan swab, radang tenggorok sudah ga ada, cari lendir susah, hasil PCR keluar selasa, gejala ga ada lagi, cuma batuk ringan, demam turun tanpa obat," ucapnya.

4 dari 5 halaman

Paru-Paru Kotor

Hasil pemeriksaaan dari paru-parunya, Tirta mengatakan bahwa paru-parunya kotor akibat merokok. Bukan karena ada virus covid-19. Tirta mengatakan bahwa kondisi tersebut merupakan gambaran dari Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK). Ternyata PPOK tersebut, ia alami akibat dari aktivitasnya sebagai perokok aktif.

" Batuk dan demam saya pertanda dari Allah, bahwa penyakit paru saya memburuk akibat kebodohan saya sendiri. Makasih ya Allah , karena diberi sakit , agar saya tersadar dari kebodohan saya sendiri," tulis Dokter Tirta sembari melaporkan kondisi terbarunya.

5 dari 5 halaman

Dokter Tirta akan Berhenti Merokok

Setelah paru-parunya terganggu, dokter Tirta mengaku akan berhenti merokok. Ia merasa kapok karena telah mengisap rokok yang membuat bagian tubuhnya menjadi rusak. Ia mengakui bodoh selama ini telah merokok padahal sebagai tenaga medis, dia tahu betul bahaya dari merokok.

Dia juga memosting penampkan dari scan paru-parunya dan memberikan penjelasan tentang Obstruksi kronis atau PPOK atau Bronkitis kronis. Penyakit tersebut dijelaskan Tirta salah satu pemicu kanker paru-paru.

" Satu2 nya cara berenti merokok dan menjauhi asap rokok. Stelah ini, saya memutuskan membantu @kemenkes_ri kampanye stop merokok dan semoga kanker paru ga menghampiri saya," tuturnya.

Beri Komentar