Sebuah Restoran Sushi Di Jerman Menerapkan Denda Bagi Pengunjung Yang Tak Menghabiskan Makanannya. (Sumber: Oddity Central)
Dream – Jika berkunjung ke restoran sushi di Stuttgart, Jerman, Anda harus menghabiskan makanan yang dipesan. Jika tak menghabiskan makanan yang dibeli, pihak restoran akan mengenakan denda sebesar US$1,15 dolar atau sekitar Rp15.000.
Dilansir dari Oddity Central, Rabu 31 Agustus 2016, pemilik Youki—restoran sushi—Luan Gouyu mengaku telah menerapkan denda ini sejak tahun 2014. Selama dua tahun, denda yang terkumpul sebanyak US$1.020-US$1.133 (Rp13,55 juta-Rp15,05 juta). Uang ini rencananya akan didonasikan.
Gouyu menampik denda yang dikenakan ini untuk mendapatkan keuntungan semata. Dia justru ingin mengingatkan masyarakat tentang sebagian masyarakat yang masih mengalami kelaparan.
“ Langkah ini meningkatkan masyarakat untuk tidak membuang makanan,” kata dia.
Gouyu mengatakan restorannya menerapkan skema “ Anda bisa makan semua makanan” dalam waktu 120 menit. Tapi, pengunjung tidak diperbolehkan memesan banyak makanan sekaligus dalam satu waktu. Mereka diberi jeda 10 menit untuk memesan makanan dan makanan pencuci mulut. Tujuannya untuk mencegah pengunjung tak menghabiskan makanan yang dipesannya.
“ Ini yang dimaksud ‘Anda bisa makan semuanya’, bukan ‘Anda bisa buang semuanya’,” kata dia.
Gouyu mengklaim tak pernah mendapatkan teguran atau protes dari pihak lain dengan aturan yang diterapkan di restoran sushi miliknya.(Sah)
Advertisement
Seluruh Sektor Kompak Menguat, IHSG Tancap Gas di Penutupan Sesi I

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan

Sosok 2 Orang Terkaya Indonesia yang Masuk Wantimpres Presiden Prabowo


5 Cara Membantu Tubuh Mengeluarkan Mikroplastik, Bisa Dimulai dari Konsumsi Makanan Bergizi

Alkimia: Ilmu Kuno yang Dipelajari Berabad-Abad, Adakah Hubungannya dengan Kimia Modern?

Teh Panas atau Es, Mana yang Lebih Banyak Mengandung Antioksidan?

Benarkah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan? Studi Ungkap Jawabannya Tak Sesederhana Itu


Bahlil Lahadalia: Dulu Sopir Angkot, Kini Setir Dua Pos Menteri
