OMG! Ilmuwan Temukan Bukti Jasad Beranak Dalam Kubur?

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 28 Maret 2018 13:52
OMG! Ilmuwan Temukan Bukti Jasad Beranak Dalam Kubur?
Tak hanya satu, ada beberapa jasad yang beranak setelah melahirkan.

Dream - Mungkin banyak dari kita yang menganggap beranak dalam kubur hanyalah kisah fiktif berbau tahayul. Istilah itu juga mungkin hanya tahu dari film lawas Beranak Dalam Kubur yang pernah dibintangi artis senior, SUzanna.

Secara logika, memang sangat tidak mungkin jasad manusia yang sudah meninggal bisa melahirkan anak.

Nyatanya, hal ini benar-benar terjadi. Dunia sains juga sudah mengakui adanya fakta ini.

Kasus persalinan dalam kubur pertama kali terkuat dari hasil penelitian tim Universitas Ferrara dan Bologna, Italia. Tim ini meneliti sebuah jasad wanita yang telah terkubur lama di pemakaman kota Imola, Bologna.

Hasil penelitian itu menjadi catatan pada jurnal ilmiah. Artikel itu menjadi dasar adanya kasus beranak dalam kubur (coffin birth).

1 dari 3 halaman

Bermula dari Penemuan Jasad Wanita 1.400 Tahun

Kasus ini bermula ketika ditemukan jasad wanita yang terkubur selama 1.400 tahun di komplek pemakaman Imola pada 2010. Saat ditemukan, kerangka tersebut dalam keadaan utuh.

Tetapi, tepat di antara dua kaki jasad itu, ada jasad lain dengan ukuran lebih kecil. Setelah dilakukan penelitian, tim ilmuwan menyimpulkan jasad kecil itu adalah bayi berusia 38 minggu.

Bayi itu lahir dalam kondisi kepala dan bagian atas tubuh sudah berada di luar. Sementara bagian bawah tubuhnya masih berada di dalam rahim.

Kebenaran temuan ini dikonfirmasi oleh para pakar. Hasil penelitian tersebut dimuat dalam jurnal World Neurosurgery.

Meski begitu, fenomena ini masih menyisakan tanda tanya. Ini lantaran timbul pertanyaan bagaimana bisa seorang wanita yang sudah meninggal melahirkan.

 

2 dari 3 halaman

Dikonfirmasi Para Ahli

Sempat muncul dugaan wanita itu meninggal di tengah proses persalinan. Tetapi, melihat kondisi jasad, sangat tidak mungkin wanita tersebut dimakamkan dengan kondisi seperti itu.

Pakar bio-arkeologi Universitas Otago, Selandia Baru, Sian Halcrow menyebut temuan ini sebagai kasus coffin birth. Dia yang terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan ada sejumlah alasan yang terjadinya kasus ini.

" Terbentuknya gas secara ekstrem di tengah proses dekomposisi memaksa janin keluar dari rahim sang ibu yang telah meninggal," ujar Halcrow, dilaporkan Ancient Origin.

Sementara pakar kandungan di San Fransisco, Jen Gunter, mengungkapkan hal senada. Dia menduga ada tekanan gas yang menumpuk selama proses dekomposisi atau terurainya jasad.

" Dan janin yang meninggal dilahirkan melalui pemutusan (nupture)," kata Gunter.

 

3 dari 3 halaman

Bukan Satu-satunya Kasus

Penemuan ini nyatanya bukan satu-satunya kasus coffin birth di dunia. Katy Mayers Emery menulis kasus serupa dalam artikelnya berjudul 'New Morbid Technology: Coffin Birth'.

Emery mengutip sebuah catatan paroki abad ke-17. Pada catatan itu, tertulis kabar seorang wanita meninggal di tanggal 20 April 1650.

" Pada 20 April 1650, telah dimakamkan Emme, istri Thomas Toplace, yang diketahui melahirkan seorang anak setelah dimakamkan selama dua jam."

Kasus serupa juga pernah terjadi di Brussels pada 1633, dari catatan sejarah yang ditulis Bonet. Dalam catatan itu, seorang wanita meninggal dalam keadaan hamil.

Tiga hari setelah kematiannya, ada janin dalam kondisi tidak bernyawa tergantung di antara paha.

Sementara kasus yang paling anyar terjadi pada Januari 2018. Wanita 33 tahun di Mbizana, Afrika Selatan, Nomveliso Nomasonto Mdoyi melahirkan bayi di peti jenazah dalam keadaan sudah tidak bernyawa setelah 10 hari kematiannya.

Sumber: Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty

Beri Komentar