Cara Beriman kepada Kitab-Kitab Sebelum Al-Quran, Ketahui Juga Setiap Ajaran di Dalamnya

Reporter : Arini Saadah
Sabtu, 11 Desember 2021 06:01
Cara Beriman kepada Kitab-Kitab Sebelum Al-Quran, Ketahui Juga Setiap Ajaran di Dalamnya
Allah SWT memerintahkan kepada Umat Islam untuk meyakini kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al-Quran, yaitu Kitab Taurat, Zabur dan Injil.

Dream - Agama Islam memiliki rukun iman yang menjadi dasar kepercayaan. Rukun Iman yang ke tiga adalah iman kepada kitab-kitab Allah SWT sebelum Al-Quran. Setiap umat Islam wajib mengimani atau meyakini keberadaan kitab-kitab sebelum Al-Quran yang diturunkan kepada para nabi pilihan-Nya.

Iman kepada kitab-kitab Allah SWT sebelum Al-Quran telah disebutkan dalam Surat Al-Imran ayat 3 berikut ini:

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَاَنْزَلَ التَّوْرٰىةَ وَالْاِنْجِيْلَۙ

" Dia menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, dan menurunkan Taurat dan Injil."

Allah SWT menurunkan Al-Quran kepada nabi terakhir yaitu Nabi Muhammad SAW dengan tidak ada keraguan di dalamnya. Allah juga telah menurunkan kitab-kitab sebelum Al-Quran melalui para nabi yang dipilih-Nya. Kitab-kitab yang turun sebelum Al-Quran isinya juga membenarkan keberadaan Al-Quran melalui apa yang diberitakannya dan apa yang disiarkan-nya sejak zaman dahulu kala. 

Sementara Al-Quran pun juga membenarkan keberadaan kitab-kitab sebelumnya. Lantaran Al Quran isinya sesuai dengan apa yang disampaikan kitab-kitab sebelumnya. Isinya membawa kabar gembira yang luar biasa, yaitu bahwa Allah akan mengutus Nabi Muhammad Saw dan menurunkan Al-Quran yang agung sebagai mukjizat terbesarnya.

Dengan demikian, umat Islam wajib hukumnya meyakini adanya kitab-kitab sebelum Al-Quran. Lantas bagaimana cara beriman kepada kitab-kitab sebelum Al-Quran?

Kali ini Dream sudah merangkum dari berbagai sumber tentang cara beriman kepada kitab-kitab sebelum Al-Quran. Mari simak ulasan selengkapnya berikut ini.

1 dari 6 halaman

Cara Beriman kepada Kitab-kitab Sebelum Al-Quran

Cara beriman kepada kitab-kitab sebelum Al-Quran telah disampaikan oleh Rasulullah SAW.  Nabi SAW menginstruksikan kepada umatnya tentang cara beriman kepada kitab-kitab sebelum Al-Quran.

  عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ أَهْلُ الْكِتَابِ يَقْرَءُونَ التَّوْرَاةَ بِالْعِبْرَانِيَّةِ وَيُفَسِّرُونَهَا بِالْعَرَبِيَّةِ لِأَهْلِ الْإِسْلَامِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُصَدِّقُوا أَهْلَ الْكِتَابِ وَلَا تُكَذِّبُوهُمْ وَقُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ الْآيَةَ

Artinya:

Dari Abu Hurairah berkata, Ahli kitab membaca Taurat dengan bahasa ibrani dan menafsirkannya dengan bahasa Arab untuk pemeluk Islam! Spontan Rasulullah Shallallahualaihiwasallam bersabda: " Jangan kalian benarkan ahli kitab, dan jangan pula kalian mendustakannya, dan katakan saja (Kami beriman kepada Allah, dan apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu)." (HR. Bukhari)

2 dari 6 halaman

Cara Beriman kepada Kitab-kitab Sebelum Al-Quran

Berdasarkan hadis yang disampaikan di atas, cara beriman kepada kitab-kitab sebelum Al-Quran bisa dijabarkan sebagaimana berikut ini:

1. Memercayai Adanya Kitab Sebelum Al-Quran

Cara beriman kepada kitab-kitab sebelum Al-Quran yang pertama adalah dengan memercayai keberadaan Kitab Taurat, Zabur, dan Injil.

Percaya kepada kitab-kitab sebelum Al-Quran termasuk rukun iman yang ketiga. Umat Islam di manapun berada wajib memercayai adanya kitab-kitab sebelum Al-Quran tersebut. Termasuk kepada para Nabi yang menerima kitab-kitab sebelum Al-Quran.

2. Mempelajari Isi Kandungan Al-Quran

Cara beriman kepada kitab-kitab sebelum Al-Quran selanjutnya adalah dengan mempelajari isi kandungan Al-Quran. Memahami isi kandungan Al-Quran tentu saja akan menambah keimanan umat Islam. Terlebih isi kandungan Al-Quran merupakan bekal yang penting untuk menjalani hidup di dunia dan di akhirat.

Selain itu, dengan memahami isi kandungan Al-Quran, seseorang juga akan semakin percaya bahwa kitab-kitab sebelumnya juga mengajarkan hal yang sama dengan Al-Quran. Namun Al-Quran lebih lengkap karena menyempurnakan isi kitab-kitab sebelumnya.

3 dari 6 halaman

3. Membaca Al-Quran dengan Baik dan Benar

Ilustrasi© Pexels.com

Cara beriman kepada kitab-kitab sebelum Al-Quran yang ketiga adalah dengan membaca Al-Quran secara baik dan benar. Membaca Al-Quran memerlukan ilmu yang harus dipelajari terlebih dahulu, yaitu Ilmu Tajwid. Mempelajari ilmu tajwid hukumnya fardu kifayah.

Akan tetapi membaca Al Quran dengan baik dan benar sesuai ilmu tajwid adalah fardu 'ain bagi setiap orang Islam. Selain itu, dengan membaca Al-Quran secara benar dan tepat akan mendapat pahala 10 kali per huruf hijaiyah.

Tak hanya itu, dengan membaca Al-Quran dengan baik dan benar, kamu juga bisa merasakan bahwa Al-Quran benar-benar mukjizat terbesar yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Kamu semakin bangga menjadi bagian dari umat Nabi yang paling dicintai Allah SWT.

4. Mempraktikkan Ajaran Al-Quran

Cara beriman kepada kitab-kitab sebelum Al-Quran yang terakhir adalah dengan mempraktikkan ajaran Al-Quran untuk kehidupan sehari-hari.

Tak hanya membaca saja dengan rutin, namun mempraktikkan ajaran yang terkandung dalam Al-Quran di kehidupan sehari-hari juga penting dilakukan. Antara lain menghargai orang lain, menjaga toleransi, berbuat baik kepada semua makhluk, jujur, berbakti kepada orang tua, dan memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi.

4 dari 6 halaman

Mengenal Kitab-kitab Sebelum Al-Quran

Setelah mengetahui cara beriman kepada kitab-kitab sebelum Al-Quran, kamu juga perlu mengetahui apa saja kitab yang turun sebelumnya dan kepada siapa kitab itu diturunkan.

1. Kitab Taurat

Kitab dari Allah SWT yang turun pertama kali adalah Kitab Taurat. Kitab ini diturunkan kepada Nabi Musa AS pada 6 Ramadan sekitar abad 12 SM (Sebelum masehi). Pada saat itu, Nabi Musa AS menyampaikan ajaran yang terkandung dalam Kitab Taurat kepada bangsa Bani Israil. Bahasa Kitab Taurat adalah Bahasa Ibrani. Kitab Taurat mengandung ajaran tentang beberapa hukum syariat dan sistem kepercayaan yang dapat dibenarkan.

Seperti yang tertulis dalam firman Allah SWT dalam surat Al-Imran ayat 3 berikut:

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَاَنْزَلَ التَّوْرٰىةَ وَالْاِنْجِيْلَۙ

" Dia menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, dan menurunkan Taurat dan Injil."

5 dari 6 halaman

2. Kitab Zabur

Setelah Taurat, Allah SWT menurunkan Kitab Zabur kepada Nabi Daud AS pada 18 Ramadan sekitar abad 10 SM di Yerusalem. Sama seperti Nabi Musa AS, Nabi Daud AS menyampaikan ajaran Kitab Zabur juga kepada Bani Israil.

Ajaran dalam Kitab Zabur berupa doa, dzikir, nasihat, dan hikmah. Akan tetapi dalam Kitab Zabur tidak ada hukum syariat, sehingga umat Nabi Daud AS diperintahkan mengikuti hukum syariat yang disampaikan Nabi Musa AS.

Selain itu, bahasa dalam Kitab Zabur adalah bahasa Qibti. Bahasa ini merupakan bahasa yang digunakan bangsa Mesir dalam berkomunikasi sehari-hari. Pada saat bangsa Arab masuk ke tanah Mesir, perlahan bahasa Qibti digantikan oleh bahasa Arab. Namun demikian bahasa Arab yang berkembang di Mesir tetap dipengaruhi dialek bahasa asli orang Mesir.

Firman Allah dalam Al-Quran yang menyebutkan tentang berita Kitab Zabur terletak dalam Surat An-Nisa ayat 163 berikut:

۞ اِنَّآ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ كَمَآ اَوْحَيْنَآ اِلٰى نُوْحٍ وَّالنَّبِيّٖنَ مِنْۢ بَعْدِهٖۚ وَاَوْحَيْنَآ اِلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ وَالْاَسْبَاطِ وَعِيْسٰى وَاَيُّوْبَ وَيُوْنُسَ وَهٰرُوْنَ وَسُلَيْمٰنَ ۚوَاٰتَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرًاۚ

Artinya:

" Sesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya, dan Kami telah mewahyukan (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya; Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami telah memberikan Kitab Zabur kepada Dawud."

6 dari 6 halaman

3. Kitab Injil

Ilustrasi© Pexels.com

Setelah Kitab Zabur, kemudian Allah SWT menurunkan Kitab Injil kepada Nabi Isa AS pada abad ke-1 Masehi di Yerusalem. Pda mulanya, Kitab Injil dipercaya pertama kali ditulis menggunakan bahasa Suryani.

Dilansir dari brainly.co, bahasa suryani juga dikenal dengan bahasa Suriah. Bahasa Suryani adalah bahasa Aram Timur yang dulu digunakan sebagian besar masyarakat yang hidup di daerah Arab Timur dan Bulan Sabit Subur (mencakup Asia Barat, lembah Sungai Nil, delta sungai Nil).

Secara luas, Bahasa Suryani merupakan bahasa Aram Timur yang sering digunakan oleh beragam komunias Kristen yang hidup di Timur Tengah.

Kitab Injil merupakan pedoman hidup bagi Kaum Nasrani. Ajaran yang terkandung di dalam Kitab Injil adalah mengenai perintah untuk percaya kepada Allah SWt. Serta menghapus beberapa hukum yang ada di Kitab Taurat lantaran beberapa ajaran di Kitab Taurat tidak sesuai dengan zaman saat itu.

Perintah untuk memercayai Kitab Injil telah ditulis dalam firman Allah SWT dalam Surat Maryam ayat 30.

قَالَ اِنِّيْ عَبْدُ اللّٰهِ ۗاٰتٰنِيَ الْكِتٰبَ وَجَعَلَنِيْ نَبِيًّا ۙ

Artinya:

“ Dia (Isa) berkata, “ Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi.”

Beri Komentar