Virus Covid-19 Ditemukan di Talenan, China Tarik Semua Produk Ikan Salmon

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 16 Juni 2020 09:01
Virus Covid-19 Ditemukan di Talenan, China Tarik Semua Produk Ikan Salmon
Dari 517 sampel yang diambil dari vendor pasar tersebut, sekitar 45 orang dinyatakan positif terkena virus COVID-19 menurut globaltimes.cn

Dream - Ikan salmon yang sering ditemukan di banyak supermarket dan menjadi kesukaan banyak warga negara China harus menghilang untuk sementara. Pemerintah setempat terpaksa menarik ikan kaya vitamin itu lantaran muncul laporan virus Covid-19 ditemukan di sebuah papan pemotong atau talenan milik pedagang.

Insiden ini diberitakan pada Jumat, 12 Juni 2002 lalu setelah cluster Covid-19 baru terdeteksi di pasar tradisional terbesar di kota Beijing, Pasar Xinfandi.

Dari 517 sampel yang diambil dari vendor pasar tersebut, sekitar 45 orang dinyatakan positif terkena virus COVID-19 menurut globaltimes.cn

1 dari 4 halaman

COVID-19 Ditemukan Disebuah Talenan

Ilustrasi Pasar XinFandi© Global Times

Ilustrasi Pasar XinFandi© Global Times

Juru Bicara Otoritas Kesehatan Beijing, Gao Xiaojun mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan di lingkungan pasar tersebut. Ditemukan bahwa talelan yang digunakan oleh importir ikan salmon telah terkontaminasi dengan virus COVID-19, memicu kekhawatiran apakah ikan salom yang dijual melalui vendor di pasar membawa virus itu sendiri.

Zhang Yuxi, Kepala Pasar Xinfandi, Beijing juga mengungkapkan bahwa virus COVID-19 yang baru terdeteksi pada talenan yang digunakan oleh importif salom berasal dari penjual pasar makanan laut Jingshen, Fengtai, China.

Dalam penyelidikan tersebut yang dilakukan pada Jumat lalu, telah terkumpul 5424 sampel makanan laut, daging dan makanan mentah impor lainnya diambil dari pasar grosir lokal dan supermarket.

Akibat sumber infeksi yang terjadi di Pasar Xinfandi belum diketahui secara detail, masyrakat yang tinggal dilingkungan tersebut dilarang keras untuk berkeliaran.

2 dari 4 halaman

45 Orang Dinyatakan Positif

Ilustrasi Pasar XinFandi© Global Times

Menurut konferensi pers pemerintah Beijing pada Sabtu lalu, dari 517 sample yang diambil di Pasar Xinfandi, swab tes menyatakan 45 orang dinyatakan positif terkena virus COVID-19.

Pedagang di pasar makanan laut lebih cenderung melakukan kontak fisik dengan makanan yang terkontaminasi, baik makanan laut atau daging lainnya, sehingga mereka lebih mungkin terinfeksi daripada orang biasa.

Pasar Xinfadi lebih merupakan toko serba ada di mana pedagang grosir di kota akan membeli sayuran, daging, dan dipenuhi berbagai jenis makanan laut.

3 dari 4 halaman

Kebijakan Pemerintah Beijing

Jin Dongyan, seorang profesor di Sekolah Ilmu Biomedis di Universitas Hong Kong, juga mengatakan tidak ada bukti bahwa virus dapat bereplikasi pada ikan, yang berarti kemungkinan salmon itu sendiri menjadi pembawa virus sangat kecil.

Untuk memastikan keamanan pangan, pemerintah Beijing menutup sekitar enam pasar makanan grosir besar untuk mencegah penyebaran virus, pusat pasar grosir produk pertanian di Chengdu, Provinsi Sichuan di Tiongkok Barat Daya mengumumkan untuk menarik produk salmon mulai Sabtu lalu.

Asosiasi restoran Nanjing di Provinsi Jiangsu, Tiongkok Timur juga mengeluarkan proposal untuk menangguhkan pasokan makanan laut mentah.

4 dari 4 halaman

Mirip Seperti Kasus Pasar Huanan, Wuhan

Wabah virus COVID-19 yang pertama kali ditemukan juga sangat erat hubungannya dengan pasar makanan laut. Namun hingga saat ini, masih belum ada bukti bahwa pasar makanan laut Huanan, Wuhan adalah asal mula virus COVID-19.

Tiga puluh dari 585 sample yang dikumpulkan dari pasar makanan laut Huanana, ditemukan mengan virus COVID-19 menurut Pusat Pengendalian China pada Januari lalu.

Menurut China Newsweek pada Sabtu, 13 Juni 2020, sample talenan, sarung tangan dan pegangan pintu di pasar Huanan Wuhan diuji telah terkontaminasi virus COVID-19 namun belum jelas sumber pastinya.

Sumber: https://www.globaltimes.cn/content/1191478.shtml

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More