Penetapan Biaya Haji 2022 Ditargetkan Hari Ini, Ada Kemungkinan Turun?

Reporter : Nabila Hanum
Rabu, 13 April 2022 06:15
Penetapan Biaya Haji 2022 Ditargetkan Hari Ini, Ada Kemungkinan Turun?
Simak prediksi biaya ibadah haji 2022 yang akan ditetapkan Kemenag pada Rabu, 13 April 2022.

Dream - Dream - Kementerian Agama (Kemenag) berharap penetapan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) akan ditetapkan hari ini, Rabu, 12 April 2022, oleh DPR. Target percepatan penetapan BIPIH mengemuka setelah Kerajaan Arab Saudi memastikan penyelenggaraan haji 1443 H dengan kuota 1 juta jemaah.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Himan Latief mengungkapkan target penetapan BIPIH itu diperolehnya usai Rapat Panitia Kerja Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (Panja BPIH) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

" Kita akan tetapkan mudah-mudahan pada 13 April 2022 untuk keseluruhan Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPIH), khususnya untuk Bipih yang akan dibayarkan oleh jemaah," kata Hilman dalam keterangan tertulisnya dikutip Selasa 12 April 2022.

Menurut Hilman, Kemenag masih membutuhkan sejumlah data untuk untuk menetapkan biaya haji dengan pasti. Salah satu data yang diperlukan itu adalah jumlah hari jemaah menetap di Arab Saudi.

" Beda dengan dulu yang totalnya 42 hari. Nah sekarang berapa hari, karena kemungkinan akan separuhnya," ujarnya.

1 dari 3 halaman

Perkiraan biaya haji 2022

Meski begitu, Hilman menyebut akan ada kemungkinan biaya haji akan menurun meskipun belum pasti.

Selain lama tinggal di Arab Saudi, perhitungan ulang perlu dilakukan mengingat adanya perubahan besaran anggaran yang dibutuhkan. Mulai dari biaya pesawat, konsumsi, dan akomodasi supaya lebih rasional dan efisien.

Perlu diketahui, BPIH terdiri dari dua unsur yaitu biaya yang berasal dari nilai manfaat dan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), yakni biaya yang dibayarkan oleh jemaah haji.

" Harapan kita sama, tidak memberatkan jemaah. Tapi kita juga melihat realitasnya semua naik, bagaimana mengkompromikan barang yang naik dengan upaya kita tidak memberatkan jemaah," ujar Hilman.

Hilman menambahkan, Kemenag juga sudah menyiapkan skenario biaya perjalanan ibadah haji tergantung jumlah jemaah yang berangkat.

2 dari 3 halaman

Usulan Biaya Haji 2022

Dream -Direktorat Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama mengkaji ulang persiapan dan biaya ibadah ke Tanah Suci. Sebab, Kerajaan Arab Saudi telah mencabut sejumlah aturan terkait penanganan Covid-19, seperti menghapus kewajiban PCR dankarantina.

“ Kami sudah melapor ke Menteri Agama terkait dengan perkembangan kebijakan Saudi untuk mendapatkan arahan selanjutnya,” kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief, Selasa 8 Maret 2022.

Tak hanya melapor ke Menteri Agama, Hilman juga akan berkonsultasi dengan Komisi VIII DPR untuk menyikapi perkembangan situasi tersebut. “ Utamanya terkait adanya pelonggaran protokol kesehatan baik di tanah air maupun di tanah suci,” tambah dia.

Kebijakan baru yang diterapkan Saudi tersebut dapat berdampak pada operasional pemberangkatan jemaah umroh dan persiapan penyelenggaraan ibadah haji. 

“ Jadi Kemenag akan segera konsultasi dengan Komisi VIII DPR terkait kemungkinan mengkaji ulang usulan biaya haji 1443 H,” sambung Hilman.

3 dari 3 halaman

Dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI pada 16 Februari 2022, kata Hilman, Menag telah mengusulkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk tahun 1443 H atau 2022 senilai Rp45.053.368,00. 

Usulan ini naik jika dibanding biaya haji tahun 2020. Salah satu faktor yang menyebabkan kenaikan usulan Bipih tahun ini adalah adanya perhitungan biaya protokol kesehatan (prokes) jamaah, seperti karantina dan PCR. 

Komponen biaya prokes jamaah haji itu meliputi tes Swab PCR di Asrama Haji sebanyak dua kali, saat keberangkatan ke Arab Saudi dan setibanya di Tanah Air. 

Tes Swab PCR juga dilakukan di Arab Saudi sebanyak tiga kali, saat tiba, karantina dan akan pulang ke Tanah Air.

Komponen lainnya adalah akomodasi dan konsumsi selama lima hari karantina di Jeddah dan akomodasi dan konsumsi di Asrama Haji setiba dari Arab Saudi. Selain itu, kenaikan Bipih juga berkaitan dengan kenaikan biaya penerbangan dan biaya operasional di Arab Saudi maupun di Tanah Air.

“ Nah, Saudi dalam kebijakan terbarunya telah menghapus keharusan karantina dan PCR. Saya yakin ini akan berdampak pada Bipih tahun ini. Kami akan segera melakukan kajian, termasuk dengan Panja BPIH Komisi VIII DPR,” tandas Hilman.

Sumber: Kemenag.go.id

 

 

Beri Komentar