Doa Saat Beristirahat di Sela Perjalanan

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 6 Februari 2022 06:00
Doa Saat Beristirahat di Sela Perjalanan
Ada kalanya bepergian jauh tidak bisa dilakukan sekali jalan.

Dream - Bepergian jarak jauh terkadang tidak dilakukan sekali jalan. Ada kalanya berhenti sejenak untuk istirahat.

Sebab, perjalanan jauh sangat melelahkan. Jika dipaksakan sekali jalan, tubuh kita tidak akan kuat.

Selain kelelahan, kita terkadang perlu istirahat sejenak untuk keperluan tertentu. Misalnya sholat, makan, dan keperluan lainnya.

Saat mengalaminya, kita perlu singgah sebentar. Melepas lelah dan menunaikan segala keperluan itu.

Ketika beristirahat sejenak, dianjurkan membaca doa ini untuk meraih keberkahan.

 

1 dari 3 halaman

Doa Istirahat di Perjalanan

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

A'udzu bi kalimatillahit tammati min syarri ma khalaq.

Artinya,

" Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan ciptaan-Nya."

Sumber: NU Online.

2 dari 3 halaman

Doa Menaiki Kendaraan untuk Bepergian

Dream - Dalam aktivitas manusia, kendaraan tidak bisa dihilangkan. Kondisi ini berlaku sejak dulu kala.

Seiring waktu, kendaraan terus mengalami perkembangan. Dari hewan seperti kuda, sapi, unta, berkembang menjadi kereta lalu menjadi mobil, motor, kereta api, kapal laut, pesawat terbang.

Kehadiran kendaraan memudahkan kita berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Kita jadi tidak lelah dan waktu tempuh bisa dipersingkat.

Dalam kehidupan beragama, patutlah kita pahami kendaraan adalah sebentuk kemudahan yang diberikan Allah kepada kita. Sehingga, patutlah kita berdoa ketika naik kendaraan dengan doa ini.

 

3 dari 3 halaman

Membaca Doa Naik Kendaraan

سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

Subhanalladzi sakhkhora lana hadza wa ma kunna laha muqrinina, wa inna ila rabbina lamunqalibuna.

Artinya,

" Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami. Padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sungguh, kami akan kembali kepada Tuhan kami."

Sumber: NU Online

Beri Komentar