UEA Bersiap Jadi Pusat Keuangan Syariah Korporat Kecil

Reporter : Syahid Latif
Senin, 22 September 2014 11:45
UEA Bersiap Jadi Pusat Keuangan Syariah Korporat Kecil
Pemerintah UEA akan mengeluarkan peraturan baru yang akan memudahkan emiten-emiten kecil menerbitkan surat utang syariah.

Dream - Uni Emirat Arab (EUA) pelan-pelan mulai mewujudkan misinya menjadi pusat ekonomi syariah di kawasan Timur Tengah. Dalam waktu dekat, pemerintah UEA melalui otoritas pasar modal dan komoditas (Securities and Commodities Authority/SCA) akan mengeluarkan aturan baru di bidang keuangan.

Lembaga pemeringkat Fitch Ratings menilai langkah UEA ini kemungkinan bisa menarik emiten dari Qatar, Oman dan Kuwait. Pada akhirnya, UEA bisa menjadi pusat regional bagi obligasi dan penerbitan sukuk oleh korporat yang lebih kecil.

Mengutip laman Zawya, Senin, 22 September 2014, Fitch menilai jika implementasi aturan itu berhasil di antara perusahaan UEA, emiten dari Qatar, Oman dan Kuwait kemungkinan tertarik mendiversifikasi dan memperpanjang durasi pembiayaanya.

Korporasi di UAE dan negara-negara Teluk lainnya sebagian besar bergantung pada pinjaman bank jangka pendek untuk pembiayaan bisnisnya. Penerbitan obligasi mata uang lokal saat ini masih terbatas dan terbatas ada korporat blue chip yang mampu menerbitkan obligasi di pasar internasional.

Aturan baru dari SCA kali ini mencoba membuka pasar obligasi dan sukuk bagi emiten kecil dengan memotong besaran minimum menjadi 10 juta, turun dari sebelumnya 50 juta dirham. SCA juga berencana mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk meninjau dan menyetujui aplikasi penerbitan sampai lima hari, sedangkan private placement obligasi tidak terdaftar di bursa efek UEA tidak perlu persetujuan SCA.

Penerbit obligasi dan sukuk sekarang hanya perlu membuat laporan keuangan setiap tahun, bukan tiga bulan. Relaksasi persyaratan pelaporan akan membuat proses lebih efisien tetapi mengurangi informasi yang tersedia bagi investor.

Namun, efektivitas aturan baru, yang tidak berlaku untuk badan-badan pemerintah atau perusahaan milik negara, akan tergantung pada keberhasilan pelaksanaan dan membangun track record di segmen ini.

Beri Komentar