Dibuka Melemah, Indeks Syariah Terseret Aksi Ambil Untung

Reporter : Syahid Latif
Senin, 22 September 2014 09:26
Dibuka Melemah, Indeks Syariah Terseret Aksi Ambil Untung
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis 8,25 poin (0,16%) ke level 5.219,32. Pelemahan IHSG berlanjut di sesi pembukaan dengan turun 9,67 poin (0,19%) ke lebel 5217,9.

Dream - Bursa saham Indonesia kembali masuk zona merah usai tertekan aksi ambil untung para pelaku pasar. Tren naik jangka pendek pekan lalu kini dimanfaatkan pelaku pelaku untuk sedikit menarik untung.

Pembukaan di zona merah ini terjadi di tengah bursa saham regional yang juga kembali tertekan. Hanya Indeks Strait Times Singapura yang masih bertahan di zona hijau dengan menguat 0,03 persen.

Pada pra-pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 22 September 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis 8,25 poin (0,16%) ke level 5.219,32. Pelemahan IHSG berlanjut di sesi pembukaan dengan pelemahan 9,67 poin (0,19%) ke level 5.217,9.

Pelemahan IHSG dipicu koreksi harga saham dari 24 emiten ditengah penguatan 10 emiten lainnya. Total transaksi perdagangan di awal sesi ini melibatkan 63,4 juta saham dengan perputaran uang mencapai Rp 26,44 miliar.

Di tengah aksi ambil untung pemodal lokal, para investor asing justru terlihat masih mencoba membeli saham-saham di BEI. Asing mengawali perdagangan awal pekan dengan nett buy Rp 4,16 miliar.

Emiten-emiten tambang menjadi satu-satunya sektor saham yang bergerak di zona hijau pagi ini. Sebagian besar indeks sektor saham melemah ke zona hijau dipimpin emiten industri aneka yang turun 1,1 persen dan perkebunan 0,54 persen.

Melemahnya laju pasar modal Indonesia juga dirasakan dua indeks saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini dibuka melemah 0,4 poin (0,24%) ke level 170,09. ISSI juga kembali melemah di sesi pembukaan dengan turun 0,47 poin (0,28%) ke lebel 170,02.

ISSI terseret pelemahan harga saham 20 emiten meski ada 7 emiten lainnya yang bergerak di zona hijau.

Transaksi prdagangan indeks ISSI melibatkan 49,85 juta saham dengan nilai Rp 15,09 miliar.

Kondisi yang sama dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang terkoreksi 2,05 poin (0,29%) ke level 702,65. Indeks JII kembali melemah 2,39 poin (0,34%) ke level 702,31 di sesi pembukaan.

Research Analyst Asosiasi Analis Efek Indonesia, Reza Priyambada dalam ulasannya memperkirakan bursa saham Indonesia masih bisa melanjutkan laju kenaikannya jika masih ada sentimen positif.

Namun, kata Reza, kenaikan IHSG bisa batal terjadi jika BEI terkena aksi ambil untung para pemodal. Sentimen negatif pelemahan rupiah juga bisa menjadi pemicu pelemahan indeks.

Beri Komentar