Gaji Olahragawan 23 Kali Lipat Pekerja Profesional

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 8 Oktober 2014 14:30
Gaji Olahragawan 23 Kali Lipat Pekerja Profesional
Mungkin fenomena ini belum terjadi di Indonesia, namun hal ini sudah berlaku hampir di seluruh dunia.

Dream - Sebagai seorang siswa tuntutan untuk menjadi pintar agar bisa mencari pekerjaan yang layak pasti dirasakan semua orang. Sementara para olahragawan ditantang untuk selalu latihan agar bisa mencetak prestasi.

Satu hal yang menyamakan kedua tuntutan tersebut adalah harapan agar memperoleh gaji atau bayaran yang tinggi.

Namun jika dibandingkan melihat besarnya penghasilan, pekerja profesional harus mengakui kekalahannya dari olahragawan profesional. Mungkin bukan di Indonesia, namun hal ini berlaku hampir di seluruh dunia.

Jika berkaca dari para pekerja di Timur Tengah, seorang pekerja profesional di pusat kosmopolitan Uni Emirat Arab, Dubai, bisa mendapat gaji rata-rata hingga 25,000 dirham per bulan. Namun coba Anda lihat rata-rata gaji seorang olahragawan profesional.

Mengutip laman Emirates247, Rabu, 8 Oktober 2014, Asosiasi Pesepakbola Profesional (PFA) di Inggris dan Wales, melaporkan rata-rata gaji pemain sepak bola di liga premier adalah 25 ribu sampai 30 ribu pound sterling per pekan.

Artinya, para olahragawan ini akan membawa gaji 2.084 - 2.500 pound sterling per bulan atau sedikitnya 23 kali gaji rata-rata pekerja profesional di Dubai.

Perbandingan gaji tersebut ternyata hampir sama dengan di Inggris. Seorang pekerja teknik profesional mendapat gaji rata-rata 40,651 poundsterling per tahun atau kurang lebih 20 ribu dirham per bulan.

Jika perbandingan ini terlampau tinggi, coba bandingkan dengan daftar gaji 365 pemain basket profesional NBA. Dwight Powell saat ini menduduki peringkat terbawah dalam hal penerimaan gaji dengan bayaran US$ 507,336 atau rata-rata per bulannya US$ 42.278 untuk musim 2014-2015. Gaji para pemain pro NBA ini enam kali lebih tinggi dari gaji pekerja profesional di Dubai.

Sementara kriket mungkin adalah cabang olahraga dengan bayaran tidak terlalu tinggi seperti sepak bola dan basket. Namun turnamen seperti Indian Premier League (liga kriket terkenal di India) mungkin menjadi turnamen bertabur uang bagi para pemainnnya.

Beri Komentar