Gedung Dinas Pertahanan AS Pentagon (washingtonpost.com)
Dream - Tidak banyak yang tahu di akhir bulan Juli lalu kantor Departemen Pertanahan Amerika Serikat di Pentagon diserbu peretas. Mereka meretas sistem canggih departemen paling sakral milik negara adidaya tersebut.
Dalam laporan yang ditulis Dailymail Kamis, 6 Agustus 2015, serbuan para peretas itu mengarah kepada layanan surat elektronik Kepala Staf Gabungan dan 4.000 personil militer dan sipil. Dampaknya, sistem email Pentagon lumpuh selama 11 hari.
Pihak Pentagon mengkhawatirkan dampak dari retasan itu. Sebab, Pentagon dikenal memiliki informasi yang bersifat sensitif dan rahasia yang ditakutkan bisa bocor ke publik.
Juru bicara Pentagon Letnan Kolonel Valerie Henderson mengatakan jika staf gabungan menggunakan jaringan rahasia demi keamanan. Dia menambahkan, pihak Pentagon akan melakukan investigasi lebih lanjut mengenai dampak retasan itu.
" Kami telah meminta staf gabungan khusus untuk turun tangan dan terus menyelidiki. Prioritas utama kami adalah untuk memulihkan layanan jaringan secepat mungkin," jelasnya dinukil.
Pemerintah AS menduga retasan ini disetujui oleh pemerintah Putin. Seorang sumber di Pentagon mengatakan kepada NBC News jika retasan itu jelas didukung seorang aktor negara.
Ini bukan kali pertama Pentagon mengalami serangan dari para peretas. Sebelumnya Pentagon pernah menerima serangan dari sejumlah peretas yang berbasis di Tiongkok. Serangan itu dicurigai mencuri informasi identitas dari 4 juta pekerja intelejen AS.
Sumber: Dailymail
Advertisement


Berapa Lama Waktu Pakai Sepatu Lari? Kenali Tanda-Tanda Waktunya Ganti

Masalah Kesehatan Apa Saja yang Bisa Dikenali Dokter dengan Menggunakan Stetoskop?

Kulit Berminyak di Cuaca Lembap: 5 Cara Mudah Kendalikan Minyak Berlebih dan Cegah Jerawat

6 Metode Seduh Kopi yang Paling Bisa Memancing Masalah Kolesterol

4 Tes Sederhana untuk Mengetahui Apakah Anda Menua dengan Baik

9 Strategi Meningkatkan Produktivitas dan Berhenti Membuang Waktu Percuma