Dream - Sholat tarawih selalu menjadi penghias malam di bulan Ramadan. Hampir seluruh masjid dan mushola menggelar sholat tarawih berjamaah.
Sholat tarawih dilaksanakan usai sholat isya. Rangkaian tersebut kemudian diakhiri dengan sholat witir yang jumlah rakaatnya ganjil.
Terdapat praktik di sebagian masyarakat, mereka ikut berjamaah tarawih tetapi tidak menjalankan witir. Alasannya, mereka akan menjalankan witir di akhir malam usai mendirikan sholat tahajud.
Dikutip dari laman konsultasisyariah.com, seorang makmum dibolehkan meninggalkan sholat witir berjamaah. Dengan alasan, dia akan menjalankan sholat witir di malam hari usai sholat tahajud.
Sholat sunah witir dipahami sebagai sholat penutup dari seluruh rangkaian sholat dalam satu hari. Karena penutup, maka tidak ada sholat sunah setelah itu.
Meninggalkan sholat witir berjamaah bukan hal yang tidak dilarang. Tetapi, perbuatan tersebut juga sangat tidak disarankan.
Alasannya, terdapat pahala begitu besar bagi orang yang tarawih berjamaah dengan imam dari awal hingga selesai. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan Turmudzi dari Abu Dzar ra.
" Dari Abu Dzar ra Nabi SAW bersabda: 'Orang yang melaksanakan sholat malam bersama imam sampai selesai maka dicatat untuknya pahala qiyamul lail semalam suntuk'."
Terkait pelaksanaan witir, Ibnu Hazm dalam kitab Al Muhalla berpendapat witir yang lebih afdhal dilakukan di akhir malam. Tetapi, witir dilakukan di awal malam tentu baik, tanpa harus membatalkannya lantaran ingin mengerjakan sholat sunah di akhir malam
Sumber: konsultasisyariah.com
Advertisement

Cerita Panji: Kisah Cinta dari Jawa yang Menjelma Jadi Dongeng di Seluruh Asia Tenggara

Berat Badan Rata-Rata Bayi per Bulan: Panduan Grafik dan Perkembangannya yang Harus Diketahui

Cara Mengurangi Kebiasaan Jajan pada Anak dan Mulai Mengajari Cara Mengatur Keuangan



Punya Badan Sebesar Beruang, Benarkah Panda Hanya Makan Bambu?

Deretan Musisi Luar Negeri yang Akan Mengunjungi Indonesia pada Agustus 2026