Maman Supratman Dikunjungi Menteri Anies (kemdiknas.go.id)
Dream - Usianya sudah sepuh, tapi semangat dia mengajar tak pernah surut. Begitulah sosok Maman Supratman, guru mata pelajaran kesenian khususnya angklung di sekolah negeri.
Belakangan namanya diperbincangkan di jagat sosial media, lantaran pria berusia 75 tahun ini masih berstatus sebagai guru honorer. Hingga kini, belum ada tanda-tanda pengangkatan Pak Maman sebagai guru PNS.
Adalah pemilik akun Sukamto MPd yang pertama kali mengunggah cerita Maman di akun Facebook-nya. Dia mengunggah profil Maman disertai foto saat mengenakan seragam PGRI pada 25 November lalu, yang bertepatan dengan peringatan Hari Guru.
Sukamto merupakan guru bahasa Indonesia di SMPN 17 Bekasi. Sampai kemarin siang statusnya mendapatkan 22.684 likes dan dibagikan sebanyak 7.431 kali.
Maman menjadi guru awalnya karena tidak sengaja. Saat itu dia bekerja di pabrik kertas dan kemudian berhenti bekerja pada 1970.
Setelah itu dia berjualan angklung buatannya sendiri. " Tahun 1976 ada sekolah yang pesan alat musik angklung. Saya akhirnya ditawari menjadi guru kesenian," katanya.
Maman pertama kali mengajar di SMP 1 Pondok Gede, yang sekarang bernama SMPN 6 Bekasi. Saat ada pengangkatan pegawai ia juga mengajukan pemberkasan namun terkendala usia. " Saya sudah berumur 40, sedangkan batas usia saat itu 37 tahun," ujar dia.
Beberapa tahun kemudian ada pemutihan pengangkatan pengawai. Batas usianya dinaikkan menjadi 39 tahun. Namun lagi-lagi Maman tidak bisa diangkat karena usianya saat itu sudah 42 tahun.
Status honorer tidak menjadi halangan baginya untuk menularkan ilmu ke anak didiknya. " Saya tidak pikir, pokoknya kerja. Saya sudah tua begini cuma ingin menurunkan ilmu."
Akhirnya unggahan kisah Mamam ini terdengar oleh sang menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Kemarin, Menteri Anies menyempatkan mengunjungi pak Maman.
" Saya, atas nama pemerintah ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi. Insya Allah guru seperti Pak Maman ini, kami sebutnya guru mulia, yang bisa jadi contoh buat semua," kata Menteri Anies saat mendatangi Maman di SMPN 17 Bekasi, Jawa Barat.
Saat tiba di sekolah ini, Mendikbud sempat menunggu beberapa waktu karena Maman sedang mengajar di sekolah lain. Pada kunjungannya, Mendikbud didampingi Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kemdikbud Hamid Muhammad.
Pengabdian Maman yang tulus ini dapat menjadi teladan. " Dihargai berapa pun tidak ternilai karena kemuliaan itu tidak bisa dirupiahkan," ujar Anies.
(Sumber: kemdiknas.go.id)