Hijaber Cibubur Rancang Busana Miss World

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 20 Agustus 2014 15:45
Hijaber Cibubur Rancang Busana Miss World
Meski baru satu tahun sembilan bulan memulai usaha desainer busana, Ayu Dyah yang juga lulusan Teknik Industri di Universitas Gadjah Mada ini telah menorehkan prestasi mengagumkan di dunia busana.

Dream - Ini kisah sukses perancang busana asal Cibubur, Ayu Dyah Andari. Meski baru satu tahun sembilan bulan memulai usaha desainer busana, perempuan lulusan Teknik Industri di Universitas Gadjah Mada ini telah menorehkan prestasi mengagumkan di dunia busana. Bahkan, sejumlah prestasi telah diraih perempuan berhijab ini sebelum usahanya berjalan setahun.

" Alhamdulillah, belum genap setahun berkarya, saya berhasil menjadi sepuluh besar Finalist Fashion Entrepenuer Indonesia Fasihion Week," kata Ayu dalam profil peserta Womenpreneur Microsoft, Rabu 20 Agustus 2014. Indonesia Fasihion Week (IFW) merupakan fashion event terbesar di Indonesia.

Prestasi Ayu tak hanya sampai di situ. kemudian dia bahkan dipercaya menjadi salah satu desainer busana untuk ajang bergengsi Miss World 2013. Ayu dipercaya merancang busana untuk Miss Elsavador, Miss Samoa, Miss Fiji, Miss Costarica, serta Miss Angola. " Dan terakhir Miss South Sudan yang berhasil masuk 10 besar Top Model Miss World," ujar dia.

Ayu memang baru memulai usaha desain busana pada Februari 2012 silam. Keputusan Ayu untuk terjun di dunia fashion juga tidak mudah. Sebab kala itu dia sudah mapan dengan karier cemerlang di sebuah perusahaan multinasional di Jakarta. Namun posisi itu tak membuat Ayu silau.

Selain karier cemerlang, orangtua dan kerabat Ayu juga meragukan keputusan untuk meninggalkan perusahaan ternama tersebut. Sebagai lulusan cum laude dari universitas terkemuka Indonesia, oleh keluarganya Ayu diharapkan terus berkarier di perusahaan beken dunia.

Tapi akhirnya dia terus berusaha meyakinkan orang-orang terkasihnya atas apa yang menjadi pilihan hidupnya. Menjadi seorang desainer busana secara penuh. Dan niat itu berhasil, pada Februari dua tahun silam dia sepenuhnya menjadi fashion entrepreneur.

" Sejujurnya, hasrat dan passion saya di dunia fashion design sudah muncul sejak saya kecil. Namun seperti kebanyakan, orangtua dan keluarga dekat tidak melihat itu sebagai jenjang karir kesuksesan," kata dia.

Dan benar saja, ketika usahanya baru seumur jagung, dia sudah menggebrak dunia fashion dengan berbagai prestasi yang dia torehkan itu. Kini, Ayu sudah punya sejumlah label produk, yaitu Ayu Andari Couture, untuk baju adibusana, wedding, dan high end market.

Ayu juga memiliki brand Anishafa untuk segmen baju pesta ready-to-wear. Omzet usahanya itu kini sudah mencapai Rp 60 juta setiap bulan. " Dalam waktu dekat saya akan me-launching Alyaneva sebagai brand dengan koleksi baju anak dan casual ready-to-wear," ucap Ayu.

Dalam setiap karyanya, Ayu selalu menggunakan desain yang otentik dan orisinal, dengan permainan detail busana indah dan unik, seperti hand made bordir yang dia desain sendiri. Inilah ciri khas produk Ayu. " Selain itu, saya juga menonjolkan keindahan kebudayaan Palembang dari zaman Kerajaan Sriwijaya, seperti kain songket, tanjung dan belongsong," ucap dia.

Ciri khas itulah yang membuatnya beda dengan produk-produk lain. Sehingga, dunia busana enterpreneur pun sukses dia jalani. " Ayu Andari seperti menjahit budaya, perpaduan kain dan ukiran Palembang yang diterjemahkan ke dalam aplikasi pakaian," ujar Ayu. (Ism)

 

Beri Komentar