Dream - Pasangan kekasih berinisial R, 20 tahun dan NA, 18 tahun ketahuan berduaan di kamar kost yang beralamat di Desa Cikumpay, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Keduanya lantas digerebek dan harus menjalani sidang adat lantaran berkencan melewati batas waktu yang telah ditetapkan melalui Peraturan Bupati (Perbup) Purwakarta tentang Desa Berbudaya.
Keduanya digerebek Badega Lembur, satuan petugas keamanan majelis adat desa sekitar pukul 00.30 pada Rabu, 7 Oktober 2015. Saat digerebek, keduanya tengah memadu kasih di kamar kost.
Pasangan yang mengaku bekerja sebagai buruh pabrik ini lalu dibawa ke majelis adat desa untuk dimintai keterangan. Mereka juga diharuskan menginap di balai desa serta membuat keterangan tertulis.
" Laki-lakinya yang datang bawa motor ke kostan perempuan. Motornya juga dimasukkan ke kamar kost. Kami curiga apalagi sudah ada aturan. Ya, kami bawa ke majelis adat desa," ujar anggota majelis adat desa Cikumpay, Ade Komaruddin, Kamis, 8 Oktober 2015.
Dalam persidangan adat, R mengaku sudah merencanakan menginap di kostan milik NA. Yang lebih mengejutkan, keduanya yang sudah menjalin hubungan kekasih sejak SMA ini telah melakukan hubungan laiknya suami istri sebanyak lima kali.
" Iya, mereka mengaku kalau pacaran sejak SMA dan telah melakukan tindakan di luar nikah," kata Ade.
Akibatnya, mereka mendapat ganjaran berupa vonis pengusiran dari Desa Cikumpay, dengan toleransi diperbolehkan tinggal di desa tersebut untuk beberapa waktu. Tetapi, karena malu dan mengakui kesalahan yang sudah diperbuat, keduanya memilih untuk meninggalkan desa tersebut.
Terkait pelanggaran ini, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi berharap masyarakat dapat memahami maksud dari penerapan aturan semacam ini. Menurut dia, aturan ini dibuat bukan untuk mengekang hak pribadi, melainkan mencegah perilau kurang positif di masyarakat juga hal-hal yang telah jauh dari nilai luhur budaya bangsa.
" Aturan harus ditegakan, jika yang melanggar ya harus menerima hukuman. Tujuan Perbup ini bukan untuk membatasi hak seseorang, tapi demi kebaikan masyarakat secara keseluruhan," ungkap Dedi. (Ism)
Advertisement
Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Review Timbangan Digital MODENA Smart Body Scale untuk Tracking Progress Diet selama Ramadan


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


PMI Salurkan 1 Juta Masker untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Mengenal Gini Index: Angka untuk Menghitung Ketimpangan Pendapatan

Tembus 21 Juta Views, “Kasih Aba-Aba 2.0” Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok untuk Sambut Shopee 9.9