Dream - Salat merupakan ibadah utama dalam Islam. Setiap muslim punya kewajiban menjalankan salat lima kali dalam sehari, mulai dari Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, hingga Isya.
Terdapat satu masalah yang mungkin sering dialami oleh kebanyakan muslim, yaitu lupa berapa jumlah rakaat yang sudah dikerjakan dalam salat. Ini bisa terjadi lantaran pikiran tidak fokus sehingga salat dikerjakan secara tidak khusyuk.
Parahnya, orang yang bersangkutan baru ingat setelah salat selesai dengan berakhirnya ucapan salam terakhir. Lantas, apakah salat tersebut sah?
Menghadapi masalah semacam ini, para ulama sudah membuat kesimpulan. Seperti yang dijelaskan olah Al Qaffal dalam kitabnya berjudul Hilyatul Ulama fi Ma'rifatil Madzahibil Fuqaha.
Dalam kitab fikih tersebut dijelaskan seseorang dianjurkan untuk segera mengerjakan rakaat yang belum dikerjakan. Asalkan dia ingat dalam jangka waktu yang tidak lama setelah salam.
Sementara jika seseorang baru teringat dalam jeda waktu yang cukup lama, maka dia diharuskan untuk mengulang salatnya secara penuh. Dia harus mengerjakan salat itu mulai dari awal.
Terkait berapa lama jeda tersebut, para ulama masih berbeda pendapat. Pendapat pertama seperti dijelaskan oleh salah satu ulama, Abu Ishaq, menyebut batas toleransi adalah satu rakaat.
Sehingga apabila seseorang ingat jumlah rakaat yang belum dikerjakan dalam jeda kurang dari satu rakaat, dia cukup menambah jumlah rakaat yang belum dikerjakan. Tetapi, jika jeda yang terjadi lebih dari satu rakaat maka salat wajib diulang secara penuh.
Pendapat kedua menyebut lama jeda waktu didasarkan pada kebiasaan masyarakat. Jika masyarakat menanggap jedanya terlalu lama, maka salat wajib diulang dan jika sebentar cukup dengan mendirikan rakaat yang belum dikerjakan.
Sementara pendapat ketiga, didasarkan pada pandangan Abu Ali Ibnu Abu Hurairah yang menjelaskan lamanya jeda didasarkan pada lamanya rakaat yang dilupakan.
Baca penjelasan Selengkapnya.