Niat Sholat Idul Fitri Lengkap Beserta Tata Cara Dan Sunnah Yang Di Anjurkan

Reporter : Ulyaeni Maulida
Kamis, 22 April 2021 10:06
Niat Sholat Idul Fitri Lengkap Beserta Tata Cara Dan Sunnah Yang Di Anjurkan
Begini niat sholat idul fitri lengkap dengan tata caranya.

Dream – Setelah sebulan lamanya berpuasa, menyambut hari kemenangan adalah kebahagiaan luar biasa bagi setiap umat Muslim. Perayaan Idul Fitri tentunya akan disambut dengan suka cita.

Meskipun tahun ini, perayaan Idul Fitri sedikit berbeda. Karena tidak bisa leluasa pergi berkunjung kerumah sanak saudara. Atau bahkan digantinya pelaksanaan sholat Idul Fitri di rumah.

Namun, hal tersebut bukan menjadi penghalang untuk menyambut datangnya hari raya Idul Fitri. Hari kemenangan bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Pelaksanaan sholat Idul fitri sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sholat lainnya. Yang membedakan hanyalah pada niat dan takbirnya.

Sementara terkait waktunya, sholat Idul Fitri dilaksanakan saat matahari kira-kira setinggi satu tombak hingga zawal. Zawal yaitu ketika matahari bergerak ke barat.

1 dari 7 halaman

Hukum Sholat Idul Fitri

Ilustrasi Berdoa© Foto : Shutterstock

Jumhur ulama menjelaskan bahwa hukum sholat idul fitri adalah sunnah muakkadah. Yaitu sunnah yang sangat dianjurkan.

Pendapat hukum sholat idul fitri adalah sunnah dan bukan wajib ini didasarkan dari jawaban Rasulullah ketika ditanya seseorang. Beliau bersabda:

“ Sholat lima waktu sehari semalam.” Orang itu bertanya lagi, “ Apakah ada kewajiban (sholat) lain?” Beliau menjawab, “ Tidak, kecuali engkau mengerjakan sholat sunnah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Syaikh Abdurrahman Al Juzairi menjelaskan dalam kitabnya Fiqih Empat Madzhab, menurut Mazhab Hambali, hukum sholat idul fitri adalah fardhu kifayah bagi mereka yang diwajibkan untuk sholat Jumat. Sehingga jika di suatu masyarakat muslim sudah ada yang mengerjakannya, maka gugurlah kewajiban bagi orang lain.

Sedangkan menurut mazhab Hanafi, sholat idul fitri hukumnya fardhu ‘ain bagi mereka yang diwajibkan untuk Sholat Jumat. Sehingga yang tidak mengerjakannya akan mendapat dosa.

Pendapat yang menyatakan hukumnya fardhu ‘ain ini didasarkan pada perintah Rasulullah yang memerintahkan seluruh muslim Madinah untuk mengikuti sholat idul fitri, termasuk budak perempuan. Bahkan wanita yang sedang haid pun diperintah untuk hadir mendengarkan khutbah, namun menjauhi tempat sholat, sebagaimana hadits dari Ummu Athiyyah radhiyallahu ‘anha

“ Rasulullah SAW memerintahkan kami keluar menghadiri sholat id bersama budak-budak perempuan dan perempuan-perempuan yang sedang haid untuk menyaksikan kebaikan-kebaikan dan mendengarkan khuthbah. Namun beliau menyuruh perempuan yang sedang haid menjauhi tempat shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

2 dari 7 halaman

Tata Cara Sholat Idul Fitri

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

1. Membaca Niat Sholat Idul Fitri

Bacaan niat Sholat Idul fitri di rumah boleh dibaca (dilafalkan) maupun dibaca di dalam hati. Niat Sholat Idul fitri boleh juga diucapkan dalam bahasa Indonesia selama ada niat di dalam hati untuk menunaikan Sholat Idul Fitri di rumah.

Untuk imam, baca niat Sholat Idul Fitri berikut:

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا للهِ تَعَالَى

Usholi sunnatan li 'idilfitri rak'ataini mustaqbilal qiblati adaan imaman lillahi taala

Artinya:

" Aku berniat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai imam karena Allah Taala"

Untuk makmum, baca niat Sholat Idul Fitri berikut:

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا/مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى

Usholli sunnatan 'idilfitri rak'ataini mustaqbilal qiblati adaan makmuman lillahi taala

Artinya:

" Aku berniat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah Taala"

Untuk mereka yang ada di rumah sendirian, maka baca niat Sholat Idul Fitri berikut:

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً للهِ تَعَالَى

Usholli sunnatan 'idilfitri rak'ataini mustaqbilal qiblati adaan lillahi taala

Artinya:

" Aku berniat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat tunai karena Allah Taala"

3 dari 7 halaman

Membaca Takbiratul Ihram

Membaca Doa Iftitah

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ .

Allaahu Akbaru kabiiraa-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-waashiila. Wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaaminal muslimiin

Artinya: ”Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi-Nya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Kuhadapkan muka hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya salatku ibadahku, hidupku dan matiku semata-mata untuk Allah seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan bagi-Nya. Dan aku dari golongan orang muslimin.”

 

Takbir Sebanyak 7 Kali (Rakaat Pertama)

Setelah membaca doa iftitah, mengucapkan takbir sebanyak 7 kali, diikuti dengan tasbih setiap kali selesai takbir.

Bacaan tasbih setiap selesai 7 takbir di Sholat Id adalah seperti berikut:

سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Subhanallah walhamdulillah wala ilaaha illallahu wallahu akbar wala haulawala quwwata illa billahil 'aliyyil 'adzim

Artinya: " Maha Suci Allah, segala pujian bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar, dan tiada daya dan upaya serta kekuatan (bagi kita) melainkan dengan kekuasaan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung."

 

4 dari 7 halaman

Setelah itu baca Al-Fatihah, diikuti surat pendek AlQuran seperti biasa. Ingat, gerakan dan bacaan selanjutnya hingga rakaat pertama selesai sama dengan sholat lainnya.

Rakaat Kedua

Seperti rakaat pertama, dimulai dengan Takbiratul Ihram, setelah itu takbir lagi. Namun kali ini takbir hanya 5 kali.

Setiap kali selesai takbir, membaca tasbih seperti pada rakaat pertama.

5 dari 7 halaman

Sunah Rasulullah Saat Merayakan Hari Raya Idul Fitri

Ilustrasi© Shutterstock

 

Membaca Takbir

Menjelang hari raya idul fitri, Rasulullah menyambutnya dengan melakukan takbir. Ketika malam maghrib menuju 1 Syawal, disarankan untuk memperbanyak takbir guna mendapatkan manfaat takbir hingga shalat idul fitri akan dimulai.

Seperti yang dijelaskan di dalam surat Al Baqarah 

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ..

Artinya: “ Dan hendaklah kamu sempurnakan bilangan puasa serta bertakbir (membesarkan) nama Allah atas petunjuk yang telah diberikan-Nya kepadamu, semoga dengan demikian kamu menjadi umat yang bersyukur.” (QS Al Baqarah: 185).

Membayar Zakat

Di dalam Islam, zakat merupakan salah satu rukun Islam yang hukumnya wajib untuk dilaksanakan. Banyak sekali kegunaan zakat bagi orang-orang yang membutuhkan. Kewajiban membayar zakat ini dijelaskan dalah hadits yang memiliki arti seperti berikut ini,

عَنِ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: – فَرَضَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – زَكَاةَ اَلْفِطْرِ, صَاعًا مِنْ تَمْرٍ, أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ: عَلَى اَلْعَبْدِ وَالْحُرِّ, وَالذَّكَرِ, وَالْأُنْثَى, وَالصَّغِيرِ, وَالْكَبِيرِ, مِنَ اَلْمُسْلِمِينَ, وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ اَلنَّاسِ إِلَى اَلصَّلَاةِ – مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ

Artinya: " Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri dengan satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum bagi hamba dan yang merdeka, bagi laki-laki dan perempuan, bagi anak-anak dan orang dewasa dari kaum muslimin. Beliau memerintahkan agar zakat tersebut ditunaikan sebelum manusia berangkat menuju shalat ‘ied.” Muttafaqun ‘alaih. (HR. Bukhari no. 1503 dan Muslim no. 984).

6 dari 7 halaman

Membersihkan Diri dan Menggunakan Wewangian

Rasulullah juga kerap membersihkan diri terlebih dahulu sebelum malaksanakan sholat id. Rasulullah mandi, memakai wangi-wangian, dan mengenakan pakaian terbaik yang dimilikinya.

Hal ini juga telah dijelaskan di dalam hadits

إنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أنْ يَكونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا ونَعْلُهُ حَسَنَةً، قالَ: إنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الجَمالَ،

Artinya: “ Ada seseorang yang suka memakai baju yang bagus dan sandal yang bagus.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “ Sesungguhnya Allah itu Jamil (Indah) menyukai segala yang indah.” (HR. Muslim, no. 91)

Makan Sebelum Melaksanakan Sholat Idul Fitri

Beliau juga makan sebelum melaksanakan sholat idul fitri. Hal ini juga menjadi salah satu hari yang diharamkan untuk berpuasa, adalah saat hari raya idul fitri.

Dijelaskan di dalam hadits, Sebelum sholat Idul Fitri, Rasulullah biasa memakan kurma dengan jumlah yang ganjil; tiga, lima, atau tujuh. Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ .. وَيَأْكُلُهُنَّ وِتْرًا

" Adapun Rasulullah tidak berangkat ke tempat sholat sebelum memakan beberapa buah kurma dengan jumlah yang ganjil." (HR. Ahmad dan Bukhari)

 

7 dari 7 halaman

Menggunakan Jalan Berbeda

Amalan sunnah ini dapat dipraktekkan jika sholat Idul Fitri dapat dikerjakan di luar rumah . Seperti masjid atau lapangan. 

Mengambil jalan yang berbeda saat pergi dan pulang dianjurkan sesuai dengan Hadits Nabi Muhammad SAW.

عَنْ جَابِرٍ قَالَ كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ

Artinya:" Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di hari ied (ingin pergi ke tempat shalat, pen.), beliau membedakan jalan antara pergi dan pulang." (HR. Bukhari, no. 986)

Tujuan dari amalan sunnah ini adalah agar dapat berbagi kebahagiaan dengan orang lain di tempat yang berbeda.

Mengambil jalan yang berbeda, tentunya akan bertemu dengan orang yang berbeda pula. Sehingga semakin banyak kebahagiaan yang dapat disebarkan melalui sapa dan senyuman. 

Mengucapkan Hari Raya

Ucapan hari raya tentu salah satu momen yang tidak mungkin dilupakan oleh seluruh umat muslim. Ada baiknya mengucapkan,

 تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك yang artinya Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian

Silahturrahmi

Setelah mekasanakan sholat, Rasulullah mendatangi tempat keramaian, dan mengunjungi rumah sahabat. Ya, tradisi silaturahmi saling mengunjungi saat hari raya idul fitri sudah ada sejak zaman Rasulullah.

Ketika idul fitri tiba, Rasulullah mengunjungi rumah para sahabatnya. Begitu pun para sahabatnya. Pada kesempatan ini, Rasulullah dan sahabatnya saling mendoakan kebaikan satu sama lain

(Dilansir dari berbagai sumber)

Beri Komentar