Ilustrasi
Dream - Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Krimimal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, melaporkan telah menangkap pelaku perampokan emas seberat 5,2 kilogram.
Direktur Kriminal Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti mengatakan, perampokan ini terjadi pada tanggal 28 Juni 2016 sekitar jam 18.45 WIB.
" Korbannya JA, kerugiannya 5,2 kilogram emas, empat lembar giro, 2 unit handphone," kata Krishna di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 27 Juli 2016.
Krishna berujar pelaku berjumlah enam orang. Lima pelaku sudah ditangkap sementara satu lainnya masih buron.
Para pelaku yang tertangkap yaitu AM alias AI OT (36), TS alias T (25), NNA alias D (25), BP alias E (35), MR alias R (27), DPG alias R (25). Sementara SP alias S yang membawa senjata api masih dalam pencarian pihak kepolisian.
Modus operasi yang dilakukan pelaku ini dengan cara menghentikan mobil korban dengan sepeda motor. Pelaku menodongkan pistol dan mengancam agar korban menyerahkan barang-barang miliknya.
Menurut Krishna kelompok pelaku ini masih pemula. Mereka belum pernah melakukan perampokan atau kejahatan sebelumnya.
" Mereka pemula, baru sekali ini melakukan tindak pidana, maka untuk TKP lainnya sementara belum ada," ucap dia.
Menurut pengakuan para pelaku, mereka menjual emas tersebut kepada seorang penadah dengan harga satu kilogramnya senilai Rp600 juta. Sementara, dari pengakuan penadah ia hanya membeli satu kilogram dan sisa empat kilogramnya ia tidak mengetahuinya.
" Dari hasil pengakuan penadah dia cuma beli satu kilo, kita akan dalami lagi ke mana yang empat kilonya," ujar dia.
Para pelaku akan dijerat Pasal 365 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun. Sementara untuk penadah dikenakan pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global