Wang Yanhong (english.jschina.com.cn/)
Dream - Wang Yanhong. Inilah gadis cantik yang tengah menjadi topik berbagai media di Tiongkok. Dara berusia 22 dari Kota Zaozhuang, Shandong, itu rela berjualan ubi bakar untuk mendapatkan biaya pengobatan kakaknya yang menderita leukemia.
Wang baru saja menyelesaikan pendidikan keperawatan di sebuah institut di Zaozhuang. Dia kemudian bekerja pada klinik swasta di kotanya itu. Namun dia memutuskan keluar dari pekerjaan itu dan memilih pindah ke wilayah Jinan –ibukota Provinsi Shandong–untuk berjualan ubi bakar.
Pada November yang lalu, sang ayah telah menjual salah satu ginjalnya untuk mendapatkan biaya pengobatan kakak lelaki Wang, yang didiagnosa menderita leukemia sejak awal tahun ini.
Keluarga Wang memang tengah terdesak untuk mendapat biaya pengobatan itu. Sehinga apapun dilakukan untuk menyelamatkan kakak Wang itu. Tak hanya sang kakak, Wang juga sangat khawatir dengan kondisi sang ayah yang menjual ginjalnya itu.

Setiap pagi, Wang bangun pukul 5. Tak ada waktu untuk berleha-leha. Begitu mata terbelalak, dia sudah harus mulai membakar ubi jalar. Sekitar pukul 8 pagi, dia sudah harus menjual ubi-ubi bakar itu di Jalan Jiluo dan sekitarnya. Saat ini, dia harus berjualan di bawah cuaca sangat dingin dan harus menghabiskan dagangannya.

Dia baru kembali ke rumah kontrakan pada pukul 7 malam. Dalam satu hari, dia bisa membawa pulang uang Rp 360 ribu hingga Rp 400 ribu. Jika dikumpulkan, dengan dipotong biaya produksi dan kebutuhan hidup, jumlah itu sangat jauh dari cukup untuk mebiayai pengobatan sang kakak yang setidaknya membutuhkan dana Rp 1 miliar lebih. Namun inilah tekat Wang, ingin membantu meringankan beban keluarga. Ini bentuk tanggung jawabnya.

Sadar akan banyaknya biaya yang harus dibayar untuk pengobatan sang kakak, Wang membagi-bagikan brosur kepada siapa saja yang berjalan di sekitar tempatnya berdagang. Dalam brosur itu Wang menjelaskan kesulitan yang dihadapi keluarganya dan meminta sumbangan seikhlasnya.
Sejumlah netizen yang tersentuh dengan perjuangan dan tanggung jawab Wang untuk keluarga, memposting kisah dan foto-fotonya ke internet. Netizen ingin menggerakkan siapa saja untuk membantu perjuangan Wang dan keluarga.

Aksi ini rupanya berhasil. Banyak masyarakat yang tergerak untuk membantu Wang dan keluarga untuk menyembuhkan kakak lelakinya yang berusia 25 tahun itu. Setela kisah dan fotonya menggurita di dunia maya, gadis cantik ini mengaku setiap hari mendapat 20 donasi.
Optimisme pun muncul dari keluarga Wang, bahwa kakak lelakinya, yang baru menikah beberapa waktu lalu, akan sembuh dari leukemia dan bisa memulai hidup dengan keluarganya. (Ism, Sumber: www.womenofchina.cn, Rabu 3 Desember 2014)