Editor Metro TV Yodi Prabowo
Dream - Setelah melakukan rangkaian penyelidikan dan penyidikan selama dua minggu, polisi menyimpulkan Editor Metro TV Yodi Prabowo bunuh diri.
" Kesimpulan dari beberapa faktor dan penjelasan, olah TKP, saksi dan lain-lain, penyidik berkesimpulan diduga kuat bunuh diri," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat dikutip dari Merdeka.com, Sabtu 25 Juli 2020.
Namun, polisi tetap membuka diri kalau memang ada informasi dan sebagainya.
" Kami tetap membuka diri, fakta yang kami himpun dari olah TKP dari keterangan ahli, kami berkesimpulan diduga kuat bunuh diri," imbuhnya.
Berdasarkan hasil autopsi, korban positif amphetamin. Diduga kuat, amphetamin untuk menimbulkan keberanian dalam menjalankan aksinya.
" Bisa jadi korban tak ingin dicurigai bunuh diri," katanya.
Dream - Polisi menegaskan tidak ada dua orang dengan gerak-gerik mencurigakan di lokasi penemuan jasad editor Metro TV, Yodi Prabowo, sebagaimana diungkapkan saksi dalam olah tempat kejadian perkara di tepi Tol JORR Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin lalu.
" Tidak ada itu (orang mencurigakan). Jangan berandai-andai, penyidik lebih tahu. Orang lewat pasti setiap orang dicurigai, kan bisa saja orang lewat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, dikutip dari Merdeka.com, Sabtu 24 Juli 2020.
Yusri berharap masyarakat sepenuhnya menyerahkan kasus kematian Yodi Prabowo kepada polisi. Dia berharap masyarakat tidak berandai-andai.
" Penyidik pokoknya sudah tahu semualah intinya, kemarin kan sudah diperiksa. Jangan berandai dan digiring ke sana, nanti kalau ada orang mau keluar mau kencing dicurigai juga," ujarnya.
" Sudahlah, penyidik sudah tahu semua apa yang sudah terjadi," tambah Yusri.
Dream - Polisi terus mencari bukti dan keterangan terkait kasus pembunuhan editor Metro TV, Yodi Prabowo. Pada Senin 20 Juli 2020, polisi kembali mendatangi lokasi penemuan jasad Yodi di pinggir Tol JORR, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Di lokasi pebemuan jasad Yoddi, polisi bertemu dengan seseorang yang mengaku melihat dua pria mencurigakan. Namun belum bisa dipastikan siapa dan ada keperluan apa kedua pria misterius itu di lokasi penemuan jasad Yodi.
" Tadi hasil ngobrol di TKP ada yang melihat dua orang," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat, dikutip dari Liputan6.com.
" Di mana melihatnya, dari jarak mana. Dari titik mana dia melihatnya. Saya kebetulan lagi di sini. Makanya kita cek bapak di mana melihatnya," tambah dia.
Polisi mencecar orang yang mengaku melihat dua pria mencurigakan tersebut. Polisi berusaha mencari petunjuk sebanyak mungkin untuk mengungkap kasus dugaan pembunuhan Yodi Prabowo.
" Dua orang ini jalan kaki. Apakah itu tergabung atau terpisah kemungkinan kejadian yang terlepas ya. Enggak ada kaitannya sama ini. Bisa jadi karena lokasinya jauh. Makanya kita cek di mana bapak lihatnya," jelas Tubagus.
Saat ini, tambah Tubagus, polisi telah menemukan titik terang dalam kasus pembunuhan Yodi Prabowo. Tapi ia mengaku belum bisa membeberkannya.
" Ada gambaran tapi nantilah belum saatnya. Gambaran sih pasti ada karena kan penyelidikan terus maju dan berkembang. Tapi hasilnya? Belum. Nanti akan saya sampaikan hasilnya, belum sekarang," tandas dia.
Dream - Sudah genap seminggu, pembunhan editor Metro TV, Yodi Prabowo, hingga kini belum terungkap. Polisi belum mengumumkan tersangka pembunuhan.
Kabar terbaru, polisi mendapat temuan baru. Polisi menduga kekasih Yodi Prabowo, Suci Fitri Rohmah (24), telah memberikan keterangan palsu dan tidak terbuka kepada penyidik.
“ Ada beberapa hal yang sifatnya mungkin bohong, tapi kami masih mencocokkan dengan beberapa bukti. Kami menilai bukan kejanggalan, tapi keterangannya tidak sesuai,” jelas Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Irwan Santoso, Jumat pekan lalu.
“ Artinya, beberapa keterangan ini mengerucut pelaku ada hal-hal yang sifatnya dari pihak saksi atau kerabat dari korban tidak sesuai,” sambung Irwan.
Sehari sebelumnya, tepatnya pada Kamis malam, 16 Juli 2020, Suci Fitri ketahuan mengajak adik Yodi, Dimas Wicaksono, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
“ Dia (Suci) hubungi Dimas lewat WA minta diantar ke sana. Terus Dimas minta izin ke saya dulu,” ucap ayah Yodi Prabowo, Suwandi, Sabtu, 18 Juli 2020.
Suci tak menyampaikan tujuannya mendatangi lokasi pembunuhan Yodi pada malam hari. Karena itu, Suwandi melarang Dimas menemaninya.
“ Saya larang berangkat. Enggak tahu juga mau ngapain di sana. Dia juga gak bilang langsung,” tambah Suwandi.
Sementara itu, polisi telah menemukan barang bukti baru, berupa rambut di lokasi penemuan jenazah Yodi.
“ Apakah itu rambut korban atau pelaku, kita belum tahu,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP M Irwan Susanto, Jumat 17 Juli 2020.
Saat ini, barang bukti tersebut sudah diserahkan ke laboratorium forensik untuk diperiksa.
“ Kita tidak boleh menduga-duga, semua temuan kita serahkan ke laboratorium,” jelas Irwan.
Jasad Yodi Prabowo ditemukan di pinggir JORR, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Jumat 10 Juli 2020.
Kanit Reskrim Polsek Pesanggrahan Iptu Fajrul Choir menerangkan, jasad Yodi Prabowo pertama kali ditemukan tiga anak yang sedang bermain layang-layang di pinggir Tol Jorr Pesanggrahan pada Jumat 10 Juli 2020. Ketiganya pun melaporkan kepada Ketua RT setempat.
Fajrul mengatakan, Ketua RT langsung menuju ke lokasi untuk memastikan ucapan dari bocah tersebut.
" Ternyata, benar ada jasad laki-laki yang tergeletak di pinggir Tol Jorr Pesanggrahan. Ketua RT menghubungi Polsek Pesanggrahan," ucap dia.
Adapun ciri-cirinya saat ditemukan, mengenakan jaket hijau, celana panjang hitam dan mengenakan helm. Posisi jasad saat ditemukan telungkup.