Waspada! Menkes Prediksi Puncak Kasus Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 Bisa Capai 20 Ribu per Hari

Reporter : Okti Nur Alifia
Kamis, 16 Juni 2022 19:47
Waspada! Menkes Prediksi Puncak Kasus Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 Bisa Capai 20 Ribu per Hari
Puncak kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia diprediksikan akan terjadi pada bulan Juli 2022.

Dream - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memprediksi puncak dari kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang telah masuk ke Indonesia bisa mencapai 20 ribu per hari. Taksiran itu berkaca dari kondisi penyebaran varian baru Omicorn tersebut di Afrika Selatn.  

Menurut Budi, puncak kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 sejak pertama kali terdeteksi Afrika Selatan mencapai sepertiga dari puncak Omicron atau Delta sebelumnya. 

“ Jadi kalau kita Delta dan Omicron puncaknya di 60 ribu kasus sehari, kira-kira nanti estimasi berdasarkan data di Afrika Selatan, mungkin puncaknya kita di 20 ribu per hari,” ujar Budi, pada Kamis, 16 Juni 2022.

Menkes menyampaikan bahwa Indonesia saat ini masih berada pada level , dengan kasus konfirmasi harian sekitar seribu kasus per hari. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk kasus konfirmasi level 1 adalah maksimal 20 kasus per minggu per 100 ribu penduduk.

 

 

1 dari 7 halaman

“ Kalau di-translate untuk penduduk Indonesia sekitar 7.700 per hari. Jadi itu adalah level threshold pertama di mana level transmisi berdasarkan WHO Indonesia akan naik ke level 2,” lanjut Budi.

Puncak kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia diprediksikan akan terjadi pada bulan Juli 2022, terhitung satu bulan setelah kasus pertama terdeteksi di bulan Juni.

“ (Puncaknya) satu bulan sesudah diidentifikasi, jadi sekitar minggu ke-3-minggu 4 Juli, dan kemudian nanti akan turun kembali,” ungkap Budi.

Menkes menegaskan, pemerintah akan terus memonitor ketat gelombang varian BA.4 dan BA.5 tersebut.

“ Tetapi yang kita perlu lihat adalah bahwa fatality rate-nya atau kematiannya itu jauh lebih rendah, mungkin seperduabelas atau sepersepuluh dari Delta dan Omicron,” pungkasnya.

Sumber:

2 dari 7 halaman

Naik Jadi 8 Kasus, Ini Fakta Subvarian Baru Omicron BA.4 dan BA.5 yang Sudah Masuk ke Indonesia

Dream - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali melaporkan kasus subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5 yang telah masuk ke Indonesia menjadi 8, setelah 4 kasus pertama yang terdeteksi pada 4 Juni 2022.

Menurut Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, satu pasien yang belum memperoleh vaksin booster memiliki gejala sedang dan tujuh pasien lainnya bergejala ringan atau tidak bergejala.

Subvarian BA.4 dan BA.5, kata dia, memicu kenaikan kasus di sejumlah negara. Namun, varian tersebut memiliki tingkat kenaikan kasus, hospitalisasi, maupun kematian, yang jauh lebih rendah dibandingkan awal munculnya varian Omicron.

Meskipun begitu pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam menghadapi subvarian tersebut.

“ Jasil pengamatan kami bahwa puncak dari penularan varian BA.4 dan BA.5 ini sekitar sepertiga dari puncak Delta dan Omicron, kasus hospitalisasinya juga sepertiga dari kasus hospitalisasi Delta dan Omicron, sedangkan kasus kematiannya sepersepuluh dari kasus kematian di Delta dan Omicron,” ujar Budi dalam keterangan persnya.

Berikut ini fakta subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5, dihimpun dari berbagai sumber pada Selasa, 14 Juni 2022.

3 dari 7 halaman

Terdeteksi Pertama di Afrika Selatan

Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada Januari dan Februari 2022. Lalu pada bulan April dan Mei, subvarian BA.4 dan BA.5 memicu lonjakan kasus. Tetapi tidak sebesar gelombang sebelumnya di negara itu.

4 dari 7 halaman

Kasus Pertama di Indonesia

Seperti yang diketahui kasus pertama yang dilaporkan Kemenkes pada 6 Juni 2022 terkait subvarian BA.4 dan BA.5 di tanah air adalah 4 orang.

Kasus ini terdiri dari satu kasus BA.4 seorang WNI dan tiga kasus BA.5 yang merupakan delegasi pertemuan the Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) di Bali pada 23 sampai 28 Mei.

5 dari 7 halaman

Ditemukan di Banyak Negara

Subvarian BA.4 telah ditemukan di 58 negara, 5 negara dengan kasus terbanyak diantaranya Afrika Selatan, Amerika Serikat, Britania Raya, Denmark, dan Israel.

Sedangkan BA.5 sudah ada di 63 negara. Ada 5 negara dengan laporan terbanyak yaitu Amerika, Portugal, Jerman, Inggris, dan Afrika Selatan.

6 dari 7 halaman

Penularan dan Mutasi Protein Lonjakan

Mengutip dari Liputan6.com, subvarian BA.4 dan BA.5 dapat menghindari antibodi dari infeksi sebelumnya tetapi jauh lebih sedikit mampu berkembang dalam darah orang yang divaksinasi Covid-19.

BA.4 dan BA.5 mirip dengan omicron BA.2, yang membedakannya adalah BA.4 dan BA.5 memiliki mutasi yang identik dengan protein lonjakan atau bagian dari virus yang menempel pada reseptor pada sel manusia.

7 dari 7 halaman

Belum Ada Bukti Peningkatan Keparahan

Hingga saat ini menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC), belum ada indikasi perubahan mengenai tingkat keparahan BA.4 dan BA.5 dibandingkan dengan garis keturunan Omicron sebelumnya. Walaupun demikian, varian ini tetap menjadi perhatian dunia.

Beri Komentar