7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Rasulullah Muhammad SAW juga seorang manusia. Sang Nabi juga memiliki kecenderungan laiknya manusia normal, salah satunya menggauli istri.
Tetapi, ada waktu di mana Rasulullah mengencangkan gamisnya. Waktu tersebut yaitu sepuluh malam terakhir Ramadan.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, Aisyah RA berkata,
" Nabi SAW ketika memasuki sepuluh hari terakhir mengencangkan gamisnya, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya."
Dikutip dari NU Online, Ibnu Hajar Alasqalani dalam Fathul Bari menjelaskan maksud mengencangkan gamis pada hadis di atas. Menurut Ibnu Hajar, Rasulullah memisahkan diri dan tidak menggauli istri-istrinya.
Sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah menghidupkannya dengan memperbanyak ibadah. Khususnya iktikaf menyambut Lailatul Qadar.
Amalan ini selalu dijalankan Rasulullah setiap kali Ramadan hingga wafat. Bahkan kebiasaan ini diteruskan oleh para istrinya.
Hal ini seperti dijelaskan oleh Aisyah RA dalam hadis riwayat Imam Bukhari.
Dari Aisyah, istri Nabi SAW, " Sesungguhnya Rasulullah melakukan iktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan sampai Allah mewafatkan beliau, kemudian istri-istri beliau juga beriktikaf setelah beliau wafat."
Ketika Rasulullah beriktikaf di Masjid Nabawi, para istrinya menjalankan sholat malam. Mereka baru melanjutkan kebiasaan Rasulullah beriktikaf ketika Sang Nabi telah wafat.
Sumber: NU Online
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?