Sholat Nisfu Syaban Berapa Rakaat? Berikut Tata Cara, Doa, Amalan Sunah dan Keutamaannnya

Reporter : Arini Saadah
Kamis, 14 Juli 2022 08:00
Sholat Nisfu Syaban Berapa Rakaat? Berikut Tata Cara, Doa, Amalan Sunah dan Keutamaannnya
Simak jumlah rakaat dan tata caranya berikut ini!

Dream – Sholat Nisfu Syaban berapa rakaat? Pertanyaan itu biasanya muncul ketika memasuki bulan Syaban.

Malam Nisfu Syaban merupakan malam yang jatuh pada hari ke-15 di bulan Syaban. Saat hari itu tiba, umat muslim dianjurkan memperbanyak amalan sunah agar mendapatkan rahmat dan keutamaannya.

Bulan Syaban istimewa lantaran banyak peristiwa besar yang terjadi dalam sejarah Islam. Seperti peristiwa pemindahan arah kiblat dari Masjidil Aqsa menuju Kabah, serta waktu diangkatnya catatan amal manusia. Peristiwa-peristiwa besar tersebut membuat bulan Syaban disebut sebagai bulan yang penuh rahmat.

Kaum Muslim dianjurkan melakukan amalan sunah pada malam tersebut, mulai dari puasa sunah Syaban, memperbanyak doa, dan istighfar. Umat muslim juga disunahkan menjalankan ibadah sholat sunah Nifsu Syaban untuk menambah amalan dan memperkuat keimanan.

Untuk menjawab pertanyaan sholat Nisfu Syaban berapa rakaat, berikut ini Dream akan mengulas lengkap tentang tata cara, doa, amalan dan keutamaannya yang menakjubkan.

1 dari 5 halaman

Jumlah Rakaat dan Tata Cara Sholat Nisfu Syaban

Sholat Nisfu Syaban berapa rakaat adalah pertanyaan yang umum. Jawabannya adalah sholat sunah ini dikerjakan sebanyak dua rakaat. Pada malam Nisfu Syaban, setelah melaksanakan sholat fardhu, kemudian berdiri lagi untuk menunaikan ibadah sholat Nisfu Syaban. Adapun tata cara sholat Nisfu Syaban yang dianjurkan adalah sebagaii berikut:

  • Membaca niat:

Usholli sunnatan nisfu sya'baana rak'ataini lillahi ta'ala

Artinya: Saya sholat sunah Nisfu Sya'ban dua rakaat karena Allah Ta'ala.

Jika mengerjakannya pada malam hari, bacaan niatnya sebagai berikut:

" Usholli sunnata lailati nisfu sya'baana rak'ataini lillahi ta'alaa"

Artinya: " Saya sholat sunnat malam Nisfu Syaban dua rakaat karena Allah Ta'ala"

  • Takbiratul Ihram.
  • Disunahkan membaca doa Iftitah,
  • Membaca Surat Al-Fatihah.
  • Membaca surat pendek, lebih diutamakan membaca Surat Al-Kafirun.
  • Rukuk dengan membaca doa rukuk.
  • Itidal dengan membaca doa Itidal.
  • Sujud dengan membaca doa sujud.
  • Duduk di antara dua sujud, dengan membaca bacaan doanya.
  • Sujud kedua.
  • Berdiri menunaikan rakaat kedua.
  • Membaca Al-Fatihah.
  • Membaca surat pendek, diutamakan Surat Al Ikhlas.
  • Rukuk dengan membaca doa rukuk.
  • Itidal dengan membaca doa Itidal.
  • Sujud dengan membaca doa sujud.
  • Duduk di antara dua sujud, dengan membaca bacaan doanya.
  • Sujud kedua.
  • Duduk tahiyat akhir.
  • Mengucap salam.

Itulah tata cara sholat Nisfu Syaban yang bisa kamu terapkan pada hari ke limabelas di bulan Syaban.

2 dari 5 halaman

Doa Setelah Sholat Nifsu Syaban

Usai mengerjakan tata cara sholat Nisfu Syaban, maka dianjurkan untuk membaca surat Yasin sebanyak tiga kali dengan niat dalam hati.

Pada Surat Yasin pertama, diniatkan untuk memohon umur panjang semata-mata hanya beribadah kepada Allah SWT. Lalu pada Surat Yasin kedua, niat ditujukan untuk memohon rezeki yang halal untuk bekal beribadah kepada Allah SWT. Memasuki Surat Yasin ketiga, niat dilakukan untuk memohon keteguhan iman dari Allah SWT.

Kemudian berikut doa yang bisa dibaca setelah rangkaian tata cara sholat Nisfu Syaban:

Allaahumma yaa dzal manni walaa yumannu alaika ya dzal jalaali wal ikraam, yaa dzath thauli wal in aam laa ilaaha illaa anta, dhahrul laajiin, wa jaarul mustajiiriin, wa amaanul khaa ifiin.

Allahumma in kunta katabta nii indaka fii ummil kitaabi syaqiyyan aw mahruuman aw mathruudan aw muqtarran alayya fir rizqi famhu.

Allaahumma bi fadllika syaqaawatii wa hirmaanii wa thardii waq titaari rizqii wa ats-bitnii indaka fii ummil kitaabi sa 'iidan marzuuqan muwaf faqal lil khairaat. Fa innaka qulta wa qaulta wa qaulukal haqqu fii kitaabikal munazzali 'alaa nabiyyikal mursali, yamhul laahumaa yasyaa u wa yutsbitu wa indahuu ummul kitaabi.

Ilaahii bittajallil Aadhami fii lailatin nishfi min syahri syabaanil mukarramil latii yufraqu fiihaa kullu amrin hakiim wa yubram ishrif annii minal balaa i maa alamu wa maa laa alam wa anta allaamul ghuyuubi birahmatika yaa arhamar raahimiin.

Wa sallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadiw wa 'alaa aalihii wa sahbihi wa sallama.

3 dari 5 halaman

Hal-hal yang Disunahkan pada Malam Nisfu Syaban

Ilustrasi© Pexels.com

Tak hanya menjalankan tata cara dan doa setelah sholat nisfu syaban, kaum Muslim juga perlu memperbanyak amalan sunah untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban. Adapun amalan sunah yang dianjurkan pada malam Nisfu Syaban adalah sebagai berikut:

Memperbanyak doa, seperti hadis riwayat Al Baihaqi dari Abu Bakar RA: Rasulullah Muhammad SAW bersabda, " (Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam Nisfu Syaban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan)."

Memperbanyak syahadat dan dzikir. Syahadat adalah kalimat mulia yang bisa dibaca kapanpun terutama di malam ini.

Memperbanyak istigfar untuk senantiasa ingat Allah dan memohon ampunan dari-Nya. Setiap manusia pasti punya dosa. Kendati demikian, Allah Maha Pengampun dan senantiasa membukakan pintu ampunan kepada hamba-Nya.

4 dari 5 halaman

Keutamaan Malam Nisfu Syaban

Tata cara sholat Nisfu Syaban sangatlah penting untuk dilakukan. Apalagi jika umat muslim mengetahui keutamaannya, pasti akan membuat bersemangat menjalankan amalan sunah tersebut. Bulan Syaban merupakan bulan istimewa yang penuh kebaikan dan kerahmatan dari Allah. Manfaat keutamaan ini bisa didapatkan di malam puncak nisfu syaban yang jatuh di malam ke lima belas atau pertengahan bulan syaban.

Keutamaan malam nisfu syaban salah satunya adalah Allah menjanjikan ampunan yang seluas-luasnya dan pahala yang sebanyak-banyaknya bagi umat muslim yang mengerjakan amalan baik. Hal ini juga dijelaskan dalam hadist riwayat Aisyah r.a yaitu sebagai berikut:

Dari Aisyah radhiyallahu anha berkata bahwa Rasulullah SAW bangun pada malam dan melakukan shalat serta memperlama sujud, sehingga aku menyangka beliau telah diambil. Karena curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Ketika beliau mengangkat kepalanya dari sujud dan selesai dari sholatnya.

Beliau berkata, “ Wahai Aisyah, apakah kamu menyangka bahwa Rasulullah tidak memberikan hakmu kepadamu?” Aku menjawab, “ Tidak ya Rasulallah, namun Aku menyangka bahwa Anda telah dipanggil Allah karena sujud Anda lama sekali.” Rasulullah SAW bersabda, “ Tahukah kamu malam apa ini?” Aku menjawab, “ Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.”

Beliau bersabda, “ Ini adalah malam Nisfu Syaban (pertengahan bulan Syaban). Dan Allah muncul kepada hamba-hamba-Nya di malam Nisfu Syaban dan mengampuni orang yang minta ampun, mengasihi orang yang minta dikasihi, namun menunda orang yang hasud sebagaimana perilaku mereka.” (HR Al-Baihaqi)

Dalam riwayat yang lain, Aisyah juga menjelaskan bahwa Allah memberi kesempatan bagi umat muslim untuk mendapatkan pengampunan seperti banyaknya bulu kambing.

“ Sesungguhnya Allah ‘Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam nisfu syaban dan mengampuni lebih banyak dari jumlah bulu pada kambing Bani Kalb (salah satu kabilah yang punya banyak kambing)” (HR At-Tabarani dan Ahmad)

5 dari 5 halaman

Dosa-dosa yang Tak Diampuni pada Malam Nisfu Syaban

Meski malam Nisfu Syaban adalah malam ampunan, namun tidak serta merta semua dosa bisa diampuni pada malam itu.

Setelah menyebutkan amalan-amalan yang mestinya dilakukan pada malam Nisfu Syaban, yaitu tadarus Al-Quran, istighfar, dan dzikir, Sayyid Muhammad Al-Maliki menyebutkan dosa-dosa yang tidak serta merta diampuni di malam Nisfu Syaban:

1. Syirik dan munafik

Imam At-Thabrani dan Ibnu Hibban dari Mu‘adz bin Jabal, Rasulullah SAW bersabda:

“ Allah memandang semua makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban kemudian mengampuni dosa mereka kecuali dosa musyrik dan dosa kemunafikan yang menyebabkan perpecahan.”

2. Membunuh orang tua dan berzina

Hal ini jelas disebutkan dalam hadits shahih riwayat Bukhari, Tirmidzi, dan An-Nasa’i dari Ibnu Mas‘ud.

“ Abdullah bin Mas’ud bertanya, ‘Wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling berat?’ Kemudian Rasulullah menjawab, ‘menjadikan suatu hal sebagai persamaan dari Allah yang telah menciptakanmu (Syirik).’ Kemudian Abdullah berkata, ‘Apalagi wahai Rasulullah?’ Rasul menjawab, ‘Membunuh orang tuamu karena engkau takut dia makan bersamamu.’ Abdullah bertanya lagi, ‘Kemudian apalagi wahai Rasul?’ ‘Kamu berzina dengan istri tetanggamu.’"

Dosa-dosa besar tersebut bisa diampuni jika pelaku dosa tersebut bertobat dengan tobat yang sebenar-benarnya (taubat nasuha).

Demikian itulah ulasan untuk menjawab pertanyan soal sholat Nisfu Syaban berapa rakaat. Semoga ulasan di atas bermanfaat!

Beri Komentar