Tak Bisa Jawab Pertanyaan Corona, Pejabat China Dipecat

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 1 Februari 2020 07:02
Tak Bisa Jawab Pertanyaan Corona, Pejabat China Dipecat
China juga akan pecat pejabat yang kendor untuk atasi penyebaran virus ini.

Dream - Seorang kepala kesehatan di sebuah wilayah di China dipecat karena tak mampu menjawab pertanyaan dasar mengenai sebaran virus Corona Wuhan (2019-nCoV), saat diwawancarai televisi milik pemerintah.

Dilaporkan Asia One, kepala kesehatan bernama Tang Zhihong itu menjalankan departemen kesehatan di kota Huanggang. Kota itu dilaporkan mengonfirmasi adanya 500 kasus infeksi dan 12 kasus kematian virus Corona Wuhan.

Tetapi ketika ditanyai oleh tim inspeksi pemerintah pusat dan seorang wartawan tentang masalah-masalah seperti berapa banyak orang yang dapat ditangani oleh rumah sakit tertentu, dia tidak dapat segera menjawab.

" Aku tidak tahu," katanya, ketika ditanya berapa banyak orang sakit di sana.

" Aku hanya tahu ada berapa tempat tidur. Jangan tanya berapa banyak orang yang dirawat," ucap dia.

 

1 dari 5 halaman

Lokasi Sebaran Terbesar Kedua

Beberapa jam kemudian, dalam pernyataan singkat dan singkat, departemen kesehatan kota mengatakan Tang telah dipindahkan.

Jawaban Tang membuat komentar dari banyak pengguna Weibo. Kebanyakan dari para pengguna Weibo marah dengan komentar dari Tang.

Pemerintah mengatakan akan menyelidiki dan menghukum para pejabat yang lalai saat memerangi virus Corona Wuhan.

Jumlah kasus penyebaran virus Wuhan di Huanggang merupakan terbesar kedua setelah kasus yang terjadi di Wuhan.

Sebagian besar wilayah di Huanggang telah ditutup dari dunia luar oleh pemerintah karena berupaya mengendalikan penyebaran virus.

2 dari 5 halaman

Khawatir Virus Corona, 6.000 Penumpang Kapal Pesiar Dikarantina

Dream - Sebanyak 6.000 penumpang dan awak kapal pesiar Costa Smeralda sempat membuat khawatir Italia karena diduga membawa pengidap virus Corona Wuhan (2019-nCoV). Para penumpang dilarang turun oleh Otoritas Kesehatan Italia.

Namun mereka akhirnya diizinkan turun setelah seorang penumpang berkebangsaan China yang sedang sakit didiagnosis menderita flu biasa, bukan gejala akibat virus Corona Wuhan.

Otoritas Kesehatan Italia mengatakan, penumpang wanita berusia 54 tahun tersebut tidak berwenang berbicara di depan umum. Wanita itu, dan rekan seperjalanannya, dilaporkan naik ke kapal pesiar pada 25 Januari di Savona. Dia terserang demam dan kesulitan bernapas.

Menurut laman USA Today, seluruh penumpang kapal pesiar tersebut dikunci di Civitavecchia hampir seharian pada Kamis 30 Januari 2020. Para penumpang menunggu hasil tes awal yang dilakukan Institut Nasional untuk Penyakit Menular Lazzaro Spallanzi di Roma.

3 dari 5 halaman

Mengubah Rencana Perjalanan

Kabar tentang kapal pesiar yang dikarantina itu datang pada hari yang sama ketika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan virus Corona Wuhan sebagai darurat global. Di hari itu, WHO juga mengonfirmasi kasus pertama penularan virus dari manusia ke manusia.

Sumber di Costa Smeralda mengatakan, akan ada perubahan jalur perjalanan akibat kondisi ini. Smeralda akan melewati panggilan pelabuhan yang direncanakan Jumat di La Spezia dan tetap merapat di Civitavecchia, sekitar 50 mil barat laut Roma, hingga Jumat malam sebelum kembali ke Savona, Italia, untuk menurunkan penumpang.

4 dari 5 halaman

Eks Menteri Kesehatan Nila Moeloek: Indonesia Bisa Atasi Virus Corona

Dream - Menteri Kesehatan periode 2014-2019, Nila Moeloek, yakin Indonesia mampu menghadapi potensi merebaknya virus Corona, yang kini sedang mewabah di Wuhan, China. Dia menilai Indonesia punya tenaga kesehatan dan rumah sakit yang mumpuni.

" Kita mampu, kita bisa mengatasi flu burung, kan? Kita punya Rumah Sakit Sulianti Saroso yang khusus penyakit infeksi karena memang penyakit infeksi cukup tinggi. Ada juga laboratorium di Kemenkes untuk pemeriksaan virus," ujar Nila di peluncuran LoveCare, Jakarta, Kamis 30 Januari 2020.

Wabah virus Corona memang telah membuat negara-negara di dunia khawatir. Sebab, penyebaran virus tersebut ternyata sudah keluar dari Wuhan, China.

Meski demikian, Badan Kesehatan Dunia (WHO), baru menyatakan status darurat global sehari yang lalu. Padahal, wabah ini sudah melanda Wuhan sejak akhir Desember 2019. Namun menurut Nila, WHO punya standar dan kriteria dalam menanggapi suatu wabah.

" Dalam hal ini WHO punya tim Health International Regulation 2015 setelah kejadian wabah ebola. Kita di dunia, termasuk Indonesia, ikut tim ini dan punya security agenda. Jadi negara-negara yang ikut dalam keanggotaan akan saling membantu," ujar dia.

5 dari 5 halaman

Imbauan

Nila mengimbau masyarakat agar tetap mawas diri dan menerapkan pola hidup bersih sebagai upaya pencegahan. Serta tidak terpicu oleh kepanikan karena Indonesia telah mengalami wabah yang lebih mematikan sebelumnya.

" Kita pengalaman dengan flu burung dan SARS. Kalau dilihat dari beritanya, memang juga terus terang memang harus mawas diri. Jadi hati-hati iya, betul saya setuju jaga kesehatan, kebersihan, cuci tangan itu benar, jadi kita mengajak semua, ayo kita jaga kebersihan," tutupnya.

Beri Komentar