Terinfeksi Virus Corona, Ibunda Pep Guardiola Meninggal Dunia

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 7 April 2020 12:17
Terinfeksi Virus Corona, Ibunda Pep Guardiola Meninggal Dunia
Klub rival dan mantan klub yang dilatih Pep mengucapkan belasungkawa.

Dream - Ibunda Pep Guardiola, Dolors Sala Carrio, meninggal dalam usia 82 tahun akibat terinfeksi virus corona. Kabar duka ini disampaikan klub tempat Pep bekerja, Manchester City.

" Keluarga Manchester City berduka atas kematian ibunda Pep, Dolors Sala Carrió, di Manresa, Barcelona, setelah tertular virus corona... Semua orang di klub mengirimkan simpati mereka yang paling tulus di bagi Pep, keluarganya, dan semua teman mereka.,” tulis klub, dikutip dari The Guardian, Selasa 7 April 2020.

Khaldoon al-Mubarak, CEO City, mengatakan, “ Doa dan simpati kami yang tulus kepada Pep dan keluarganya pada saat yang sangat menyedihkan ini. Seluruh keluarga City memberikan cinta dan dukungan untuk mereka yang ditinggalkan.”

Dua klub rival City, Manchester United dan Arsenal juga mencuitkan ucapan belasungkawa. United menulis, “ Semua orang di Manchester United sedih mendengar berita duka ini. Kami mengirimkan belasungkawa tulus kami kepada Pep dan keluarganya. ”

Bulan lalu Guardiola menyumbangkan 1 juta Euro untuk Angel Soler Daniel Foundation dan Medical College of Barcelona. Bantuan itu untuk pembelian alat pelindung diri. Virus corona telah menewaskan lebih dari 13.000 orang di negara itu, menjadikannya salah satu negara yang paling terpukul.

1 dari 4 halaman

Ucapan Bela Sungkawa

Dolors merupakan mantan karyawan sebuah pabrik tekstil di dekat rumah keluarga di Santpedor, sekitar 40 mil di utara Barcelona. Dia memiliki empat anak termasuk Pep dan Pere, yang menjadi agen pemain dan mewakili saudaranya. 

Salah satu putrinya, Francesca, adalah seorang politisi yang telah menjadi wakil Catalonia untuk negara-negara Nordik.

Ketika Barcelona ingin mengontrak Pep sebagai pemain muda yang menjanjikan, Dolors, bersama suaminya, Valenti, menolak tawaran itu sebelum menerima upaya kedua klub.

Guardiola kemudian memiliki karir bermain dan manajerial yang berkilau. Dia menjadi kapten klub dan merupakan anggota kunci dari tim Barca yang memenangkan Piala Eropa pada 1992.

Saat menukangi Barcelona, dia membawa klub berjuluk Vlaugrana itu treble winner pada 2008-09.

Barcelona turut mengucapkan bela sungkawa untuk Pep dan keluarga. Dia mengatakan, “ Kami sangat sedih dengan hilangnya Dolors Sala selama masa sulit ini dan kami ingin menyampaikan belasungkawa yang paling tulus, terutama kepada Pep Guardiola, keluarganya, dan teman-temannya. Istirahat dengan damai."

Bayern Munich, yang dia latih antara 2013 dan 2016, juga menulis, " Pep tersayang, semua orang di FC Bayern berduka dengan Anda dan keluarga Anda."

2 dari 4 halaman

Pedagang Sayur Positif Corona, Keluarga Bikin Pengumuman untuk Pelanggan

Dream – Sebenarnya, di saat wabah pandemik virus corona Covid-19, tindakan individu lebih penting daripada hanya sekedar imbauan pemerintah.

Kebijakan hanya berhenti pada kebijakan jika tidak diterapkan masyarakat. Melansir dari World of Buzz, sebuah akun Twitter dengan 6,5 juta retweet mencuit, ada sebuah keluarga melakukan tes Covid-19 kepada ibu mereka yang merupakan seorang penjual sayur.

Dalam cuitan itu, keluarga itu memberikan pengumuman kepada seluruh masyarakat Pahang, bahwa ibunda tercintanya positif terinfeksi virus corona Covid-19.

We are sorry to inform you that our beloved mother is positive with Covid-19. We would like to urge individuals who have come into contact with her from the 16th to the 29th of March to perform Covid-19 screening at the Merapoh clinic.”

3 dari 4 halaman

Pengumuman

Karena sang ibu adalah penjual sayur, maka keluarga menunjukkan rasa tanggungjawab. Caranya, mendesak masyarakat yang pernah melakukan kontak dengan sang ibu mulai tanggal 16 Maret hingga 29 Maret, untuk melakukan tes Covid-19 di Klinik Merapoh.

Pengumuman itu dikabarkan kepada seluruh masyarakat. Keluarga tidak ingin menjadi egois. Apalagi virus ini sangat berbahaya.

Tindakan yang dilakukan keluarga di Pahang Malaysia ini merupakan tindakan yang baik. Karena tidak ingin virus membahayakan orang lain.

Tindakan keluarga itu menunjukkan, mereka saling menjaga sesama saudara. Mari kita mencoba untuk meniru tindakan itu untuk tidak bersikap egois, selama wabah virus corona Covid-19.

Karena dengan bersama-sama memerangi wabah, kita semua pasti akan segera melewatinya. Mari berikan apresiasi yang besar kepada keluarga itu.

4 dari 4 halaman

Kekhawatiran Dokter Malaysia, Sebut Indonesia Seperti Bom Waktu Corona Covid-19

Dream - Dokter asal Malaysia, Musa Mohd Nordin, mengungkapkan kekhawatirannya dengan kondisi Indonesia di tengah wabah virus corona. Dia menyebut kasus Covid-19 di Indonesia seperti bom waktu dan dapat berimbas ke Malaysia.

" Saya khawatir dengan Indonesia, Indonesia seperti bom, hanya kita tidak tahu kapan meledaknya," ujar Musa dalam wawancara di stasiun televisi Astro Awani yang diunggah di YouTube.

Dalam wawancara itu, Musa juga meminta Pemerintah Malaysia menunjukkan contoh dan tegas dalam bertindak. Dia juga memberikan beberapa rekomendasi penanganan Covid-19.

Rekomendasi pertama yaitu Pemerintah Malaysia memberikan teladan terkait physical distance. Kemudian, ia meminta adanya lockdown total untuk lokasi hotspot Covid-19 supaya tidak ada oknum yang keluar wilayah.

" Hotspot ini mesti kita lockdown 100 persen dengan Perintah Kawalan Pergerakan yang lebih kuat," ujar Musa.

Dia juga meminta Pemerintah Malaysia memperketat perbatasan dengan Indonesia. Ini untuk mengantisipasi adanya pergerakan orang dari Malaysia ke Indonesia maupun sebaliknya.

Pekan lalu, Kementerian Kesehatan Malaysia mengungkapkan data terkait presentase kematian akibat virus corona di Indonesia merupakan tertinggi di Asia. Bahkan tertinggi kedua di dunia setelah Italia.

Sumber: Liputan6.com/Tommy Kurnia

Beri Komentar