Advertisement
Buat proses belajar anak lebih efektif.
Mengajak anak mengadopsi kebiasaan baru memang tidak mudah.
Belajar di luar ruangan dinilai lebih aman.
Bukan hanya menghibur anak, tapi juga membuatnya belajar banyak hal.
Mengaji tak boleh ditinggalkan meski dalam situasi seperti sekarang.
Ruben berharap pandemi beakhir dan anaknya bisa kembali belajar di sekolah.
Faktanya, anak bisa saja memiliki bakat dan kemampuan lain yang tak dinilai di sekolah.
Belajar di rumah tentu sangat berbeda dengan belajar di sekolah.
Bisa menginspirasi para guru dan pendidik agar belajar dari rumah lebih menarik.
Saat usia 11 tahun ia daftar kuliah.
Proses belajar akan disesuaikan dengan kondisi pandemi.
Hingga kini ada 3.324 anak yang merupakan Pasien dalam pemantauan (PDP) Covid-19.
Analisis Ikatan Dokter Anak Indonesia dan para epidemiolog wajib didengar Pemerintah sebelum membuat keputusan.
Motivasi jadi kunci utama agar anak semangat belajar.
Banyak yang tak memiliki peralatan dan kuota yang cukup untuk belajar jarak jauh.
Pendampingan orangtua sangat penting.
Anak dengan disleksia mungkin lemah dalam proses mempelajari tata bahasa, memori, dan mengurutkan suatu rangkaian.
Bukan target kurikulum, apalagi nilai yang tinggi.
Kondisi pandemi Covid-19 membuat Google mempercepat peluncurannya
Ide yang sangat brilian agar semua murid mendapat akses yang sama.
Ingin Rutin Ikut Turnamen Padel Jakarta Tapi Masih Main Sendiri? Prio Padel Club Bisa Jadi Jawabannya
Upgrade Gaya Hidup Digitalmu dengan eSIM XL PRIORITAS, Pilihan Premium Masa Kini
Ibadah Lancar, Komunikasi Aman: Tips Itinerary Umroh & Internet Hemat
Liburan Akhir Tahun Keliling Dunia Tanpa Ribet? Nikmati Internet Unlimited Luar Negeri dengan XL PRIORITAS
Bencana di Sumatera Sebabkan Krisis Air Bersih bagi Warga Terdampak