Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Source: Shutterstock.com
Dream - Perubahan yang signifikan di dunia pendidikan terjadi ketika pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia. Mau tidak mau, anak harus belajar di rumah secara virtual.
Tentunya, semua pihak tidak siap dengan perubahan ini. Banyak orangtua yang protes dan mengeluh akibat kebiasaan baru karena tidak semua mampu menggantikan peran guru di rumah.
Namun, ada beberapa hal yang bisa diupayakan orangtua untuk memperlancar proses belajar mengajar.
" Pertama-tama, orangtua harus memberi support untuk diri sendiri untuk mendampingi anak belajar. Lalu, berikan motivasi secara verbal dan pengertian pada anak tentang kondisi belajar mengajar virtual," ujar Gezta Pattiasina, Pengajar dalam webinar Frisian Flag 'Jaga Kesehatan, Gembira Belajar di Rumah Bebas Stres', Rabu 29 Juli 2020.

Kemudian, orangtua perlu membangun suasana hati anak agar lebih semangat dan tenang ketika belajar. " Bisa dibangunin secara lembut buat belajar supaya anak bisa belajar dengan suasana hati senang."
Setelahnya, siapkan kebutuhan anak untuk melakukan kegiatan belajar mengajar supaya lebih siap menerima materi yang akan dijelaskan.
Tak lupa, siapkan ruang belajar yang kondusif agar anak nyaman belajar tanpa distraksi. Jika anak masih merasa kurang nyaman, jangan paksakan anak untuk beradaptasi dengan cara orangtua.
" Biasakan anak sedikit demi sedikit untuk belajar di depan layar. Durasinya bisa ditambah pelan-pelan. Mungkin, hari ini 10 menit ada di depan layar dan terus ditambah 5 menit secara bertahap," jelasnya.

Terlepas dari semua upaya yang dilakukan, orangtua harus berkonsultasi dengan banyak pihak. Anak, guru di dalam maupun luar sekolah, sesama orangtua atau pihak lainnya untuk bisa membuat suasana belajar lebih efektif.
Tanyakan suasana belajar yang nyaman pada anak dan kenali mereka lebih jauh. " Orangtua juga perlu mengakui kalau dia nggak bisa. Carilah support system yang bisa buat kita nyaman juga. Jangan jadi beban sendiri," saran Ajeng Raviando, Psikolog Keluarga.
Memiliki support system dan mengetahui kemampuan diri sendiri sangat penting bagi orangtua. " Orangtua nggak harus terbelenggu, nggak harus bisa semua hal," imbuhnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya